Penyebab, Tipe dan Klasifikasi Pneumonia

Pneumonia adalah penyakit paru-paru yang ditandai oleh peradangan pada udara di paru-paru dan paling umum terjadi karena infeksi.

Infeksi tersebut yang dapat menyebabkan penyakit parah, di mana satu atau kedua paru-paru Anda dapat terisi dengan cairan atau dahak, lendir yang dihasilkan di paru-paru. 

Berikut berbagai penyebab pneumonia:

Pneumonia dapat disebabkan oleh infeksi virus, infeksi bakteri, atau jamur. Jenis bakteri yang paling umum yang dapat menyebabkan pneumonia adalah Streptococcus pneumoniae.

  • Streptococcus pneumoniae, sejenis bakteri, adalah penyebab paling umum dari pneumonia.  Legionella pneumophila adalah jenis bakteri yang menyebabkan pneumonia yang dikenal sebagai penyakit Legionnaire. Jenis bakteri lain yang dapat menyebabkan pneumonia atau yang disebut pneumonia “atipikal” adalah, Legionella pneumophila, Mycoplasma pneumoniae, dan Chlamydophila pneumonia.

Haemophilus influenzae juga termasuk jenis bakteri yang dapat menyebabkan pneumonia dan paling sering menyebabkan penyakit pneumonia pada bayi serta anak-anak di bawah 5 tahun.

  • Penyebab paling umum dari pneumonia pada orang dewasa adalah virus influenza. Sejumlah virus pernapasan yang berbeda juga dapat menyebabkan pneumonia pada anak-anak, seperti virus pernapasan syncytial (RSV).  Sementara pneumonia yang disebabkan oleh virus cenderung kurang parah daripada pneumonia yang disebabkan oleh bakteri. Virus influenza dan respiratory syncytial virus (RSV), bagaimanapun, dapat menyebabkan masalah serius pada beberapa pasien.

Jenis virus lain yang dapat menyebabkan pneumonia, termasuk virus campak dan varicella (cacar air).

  • Jamur yang dapat menyebabkan pneumonia termasuk Cryptococcus, Histoplasma, dan Coccidioides. Pada kebanyakan individual, organisme tersebut sebenarnya tidak menyebabkan penyakit, tetapi jamur tersebut dapat menyebabkan pneumonia pada beberapa orang.

Pneumonia karena infeksi jamur paling umum terjadi pada mereka yang memiliki sistem kekebalan yang lemah karena HIV / AIDS atau mereka yang menggunakan obat yang menekan fungsi kekebalan tubuh. Infeksi lain yang dianggap jenis pneumonia jamur adalah Pneumocystis jirovecii. Organisme ini dikenal sebagai penyebab terjadinya pneumonia pada pasien dengan HIV / AIDS.

Terdapat beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan iritasi paru-paru yang tidak menular seperti menghirup bahan kimia, makanan, gas, cairan, dan / atau debu.

Tipe pneumonia:

Biasanya, tipe pneumonia disebut oleh jenis organisme yang dapat menyebabkan Anda mengalami pneumonia tersebut, seperti pneumonia bakteri, pneumonia virus, atau pneumonia jamur. Nama organisme spesifik juga dapat digunakan untuk menggambarkan jenis-jenis pneumonia, seperti pneumonia pneumokokus (Streptococcus pneumoniae) atau Legionella pneumonia.

Klasifikasi pneumonia:

Pneumonia sendiri dapat diklasifikasikan atau ditandai melalui berbagai cara. Perawat media sering merujuk pneumonia berdasarkan cara infeksi tersebut didapat, seperti pneumonia yang didapat dari masyarakat atau pneumonia yang didapat di rumah sakit.

  • Community-acquired pneumonia (CAP), seperti namanya, adalah infeksi saluran pernapasan paru-paru yang berkembang di luar rumah sakit atau di luar lingkungan perawatan kesehatan.  Pneumonia jenis ini, lebih sering di dapatkan daripada pneumonia yang didapat di rumah sakit.
  • Hospital-acquired pneumonia atau pneumonia yang didapat di rumah sakit (HAP) didapat ketika Anda sudah dirawat di rumah sakit karena kondisi lain. HAP umumnya lebih serius karena berkembang pada pasien yang sakit dan sudah dirawat di rumah sakit atau dalam perawatan medis karena kondisi lain.  Pneumonia ini biasanya diperoleh dari rangkaian perawatan kesehatan lainnya, seperti pusat dialisis ginjal, klinik rawat jalan, atau panti jompo.

Pengobatan pada pneumonia tergantung pada penyebab infeksi tersebut. Anda mungkin hanya perlu istirahat di tempat tidur, sementara yang lain mungkin perlu di rawat di rumah sakit.  Segera temui dokter Anda untuk mengetahui rencana perawatan yang sesuai dengan Anda.

Read More

Tips Menyapih Bayi yang Bisa Anda Lakukan Di Rumah

Anda telah berhasil melewati proses menyusui selama dua tahun? Inilah waktunya untuk menyapih bayi Anda. Untuk kelancaran proses menyapih, simak berbagai tipsnya berikut ini.

Pilih Waktu yang Tepat

American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan menyusui secara eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan. Kemudian, kombinasikan makanan padat dan ASI sampai bayi berusia 1 tahun. Namun ketahuilah, bahwa menyapih anak pada akhirnya adalah keputusan pribadi.

Perhatikan Kesiapan Bayi

Bisanya setelah berusia 6 bulan atau saat mendapatkan MPASI, bayi sudah bisa makan makanan pada. Dia mungkin bahkan bisa memegang makanannya sendiri. Saat disusui, tak jarang bayi malah rewel dan kadang menjadi acuh. Ini tanda awal yang bisa dijadikan patokan waktu untuk menyapih anak.

Atur Jadwal

Anda bisa menentukan jadwal sendiri untuk mulai menyapih. Misalnya dengan mencoba mengurangi jatah ASI si kecil dalam seminggu. Namun, kebutuhan nutrisinya tetap harus diperhatikan.

Melihat Kondisi Anak

Saat anak tumbuh gigi bukan menjadi waktu yang tepat untuk menyapih. Sebab, anak akan lebih rewel, bahkan mengalami. Dalam kondisi ini, anak justru membutuhkan ASI.

Tetap Sesuai Rencana

Jika Anda sudah mengatur jadwal, tetap jalankan rencana tersebut. Secara perlahan, kurangi jatah ASI untuk si kecil. Awalnya bisa dilakukan selama seminggu, kemudian diperpanjang menjadi sebulan, untuk mengurangi pemberian ASI.

Bangun Hubungan Emosional

Penting untuk diingat bahwa menyusui tidak hanya memberikan nutrisi pada bayi, tapi juga membangun hubungan emosional ibu dan anak. Habiskan waktu Anda bersama anak dengan kegiatan yang membuatnya tetap terstimulasi secara emosional selama masa transisi ini.

Biarkan Anak yang Menentukan

Ada beberapa anak yang memang mudah untuk disapih. Nah, dalam hal ini jangan menawarkan untuk memberikan ASI, tapi juga jangan menolak jika anak meminta. Biarkan dia yang menentukan.

Ganti Rutinitas

Coba libatkan pasangan, pengasuh, atau kakek dan neneknya. Jika anak menolak untuk minum dari botol susu saat Anda berikan, mintalah pasangan Anda untuk menyodorkannya. Ada kemungkinan si anak mau meminumnya.

Menggunakan Pakaian yang Rumit

Menyapih anak setelah dua tahun akan terasa lebih menantang. Cobalah dengan menggunakan pakaian yang rumit dan sulit dibuka. Ini akan membuatnya enggan untuk menyusu.

Penuhi Nutrisi Anak

Dalam proses menyapih anak, selalu perhatikan asupan makanannya. Biasanya saat memulai makanan padat pertama, ibu akan memberikan makanan yang dihaluskan. AAP merekomendasikan untuk mencoba satu makanan baru pada satu waktu dan menunggu 2-3 hari untuk melihat kemungkinan alergi. Dalam tahap ini anak membutuhkan ekstra kalori, protein, serat, vitamin dan mineral dari berbagai makanan. Cobalah memberikan buah-buahan dan sayuran. Dengan asupan makanan yang tepat, Anda tidak perlu khawatir anak akan kekurangan nutrisi.

Read More

8 Cara Membantu Bayi Belajar Berjalan

Saat berusia 4-15 bulan, bayi akan mulai belajar duduk dan berjalan mengelilingi rumah. Selama fase ini, orangtua bisa membantu bayi mendapatkan kepercayaan diri mulai melangkah. Inilah 8 tahapan untuk membantu bayi berjalan dengan mudah.

Tahap 1: Duduk (4-7 bulan)

Ketika si kecil mulai belajar duduk tanpa bantuan seseorang, itu artinya dia sedang berada pada tahap pertama untuk memperoleh keseimbangannya. Dengan duduk, otot-otot si kecil akan menjadi lebih kuat, sehingga hal ini akan membantunya saat belajar berjalan.

Selama bermain, Anda bisa menawarkan permainan susun-menyusun atau menggelindingkan bola ke depan dan ke belakang, untuk membantu si kecil memperkuat otot-ototnya.

Tahap 2: Merangkak (7-10 bulan)

Yang paling penting bagi bayi ketika berada di tahap merangkak adalah belajar menggerakkan lengan serta kakinya pada waktu bersamaan. Hal ini pun merupakan salah satu keterampilan yang dibutuhkannya ketika belajar berjalan.

Untuk itulah, Anda bisa membantunya belajar merangkak dari satu sisi ke sisi yang lain. Setelah itu, beri pujian agar bayi semakin bersemangat untuk belajar.

Tahap 3: Berdiri (8 bulan)

Saat otot-ototnya menjadi lebih kuat dan rasa ingin tahunya menjadi lebih besar, momen ini merupakan waktu memperkenalkannya dengan posisi berdiri. Bantu si kecil menarik tubuhnya ke atas.

Setelah itu, Anda pun perlu menunjukkan cara menekuk lututnya agar bisa kembali ke lantai. Dengan demikian, hal ini bisa meringankan risiko jatuh sewaktu ia mulai melangkah sendiri.

Tahap 4: Belajar Berjalan dengan Bantuan (8-9 bulan)

Saat bayi sudah bisa menarik diri dan memperoleh keseimbangan waktu menggenggam tangan Anda, bantulah dia melangkah. Hal tersebut bisa membuat si kecil lebih mudah untuk menuju fase berjalan berikutnya.

Selain itu, kepercayaan dirinya juga akan semakin meningkat dalam mengambil langkah-langkah pertama.

Tahap 5: Menjelajah (8-9 bulan)

Begitu menginjak usia 8- 9 bulan, bayi mulai menggunakan dinding serta perabotan untuk mengelilingi rumah. Fase ini disebut sebagai fase menjelajah. Untuk itu, Anda perlu memastikan keadaan rumah benar-benar aman. Selain itu, buatlah tempat berpijak yang lembut bagi si kecil.

Tahap 6: Berdiri Tanpa Bantuan (9-12 bulan)

Keseimbangan bisa dibilang menjadi bagian terpenting dari fase berjalan. Bila si buah hati bisa berdiri dan menyeimbangkan tubuhnya selama beberapa detik, ini akan membuat dia lebih percaya diri dalam belajar berjalan.

Oleh karena itu, Anda bisa melakukan beberapa permainan sederhana agar keseimbangan si buah hati semakin terlatih.

Tahap 7: Langkah Pertama (9-12 bulan)

Langkah pertama merupakan salah satu momen berharga bagi si kecil. Agar terasa semakin berkesan, buatlah sesuatu yang besar. Misalnya saja bersorak ketika dia mulai mendapatkan keseimbangan saat berjalan sendiri. Anda juga bisa mengawasinya dengan duduk di lantai dan membimbingnya.

Tahap 8: Berjalan (12-15 bulan) Mungkin diperlukan bimbingan beberapa langkah sebelum anak berhasil berjalan sendiri. Dorong buah hati Anda agar berlatih berjalan sebanyak mungkin. Selain itu, akan lebih baik bila Anda menempatkannya dalam posisi berdiri, daripada duduk. Dengan demikian si kecil bisa lebih semangat untuk berlatih berjalan.

Read More

Tips Diet HIV untuk Atasi Penurunan Berat Badan Drastis

Sebenarnya, orang dengan HIV tidak membutuhkan diet khusus. Para ahli kesehatan juga tidak memiliki batasan dan anjuran untuk jenis makanan yang boleh dan tidak boleh untuk dikonsumsi. Akan tetapi, gejala penurunan berat badan drastis menjadi salah satu kondisi yang perlu untuk diperhatikan dengan baik. Penderita HIV yang merasakan keluhan berupa sakit dan mengalami gejala seperti mual, diare, atau penurunan berat badan memerlukan perhatian khusus untuk asupan gizinya agar dapat kembali pulih dan stabil kesehatannya.

Seorang Direktur Klinik HIV/AIDS di San Francisco General Hospital, dr. Brad Hare, mengungkapkan bahwa asupan nutrisi yang baik sangat penting untuk orang dengan HIV. Tanpa diet yang sehat, tubuh pengidap akan mengalami kesulitan untuk memulihkan diri dan melawan infeksi.

Penurunan Berat Badan Karena HIV

Penurunan berat badan yang tidak diinginkan terkait HIV sebenarnya sudah jarang terjadi dibandingkan dengan pengidap terdahulu. Meskipun begitu, bukan berarti tidak terjadi sama sekali. Turunnya berat badan secara drastis dapat disebabkan oleh virus itu sendiri, ataupun karena masalah dan perawatan terkait HIV. Biasanya, kondisi ini terjadi pada orang dengan HIV berat atau HIV yang tidak diobati. Ditambah lagi dengan infeksi atau peningkatan jumlah virus dalam darah.

Secara garis besar, penurunan berat badan penderita HIV dapat terjadi akibat beberapa penyebab, di antaranya

  • Virus HIV itu sendiri
  • Obat-obatan HIV, yang memberikan efek samping pengurangan nafsu makan, membuat makanan terasa tidak enak, atau membuat tubuh lebih sulit untuk menyerap nutrisi
  • Gejala seperti mual dan luka mulut bisa membuat makan menjadi tidak menyenangkan
  • Diare dan masalah pencernaan lainnya yang dapat membuat tubuh lebih sulit untuk mengambil nutrisi dari makanan
  • Tubuh melemah yang dapat memberi dampak pada selera makan dan kemampuan untuk makan
  • Kebutuhan kalori tubuh yang tinggi untuk menghadapi penyakit lanjut, peningkatan jumlah virus HIV yang tinggi dalam darah, atau infeksi lain


9 Solusi Diet Pengidap HIV
Jika Anda atau kerabat Anda merupakan pengidap HIV, pastikan untuk selalu memantau dan mengontrol asupan nutrisi dan gizi harian untuk menghindari penurunan berat badan secara drastis. Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi yang khusus bekerja dengan penderita HIV sehingga Anda dapat memperoleh informasi yang tepat mengenai anjuran diet bagi pengidap HIV. Solusi yang biasanya disampaikan, antara lain

  • Perbanyak asupan kalori. Jika dokter menemukan bahwa pengidap tidak mendapatkan cukup kalori, maka segera tingkatkan asupan kalori dalam makanan sehari-hari. Ahli diet atau ahli gizi biasanya akan memberi saran mengenai cara terbaik untuk memperoleh asupan kalori tambahan, misalnya dengan mengonsumsi minuman suplemen nutrisi.

  • Kurangi porsi dan tingkatkan frekuensi makan. Makanan dalam porsi besar lebih mungkin membuat seseorang merasa mual. Jadi, cobalah untuk mengurangi porsi makan, dan perbanyak jadwal makan. Contohnya, jika orang pada umumnya makan tiga kali sehari, cobalah untuk makan 5-6 kali dengan porsi yang lebih kecil.

  • Pilih makanan yang lebih ringan. Jika mual atau diare adalah masalah, beralihlah ke makanan ringan untuk membantu mengisi kebutuhan gizi tubuh. Kimberly Dong, RD, seorang ahli diet di Tufts University School of Medicine, mengatakan bahwa para penderita HIV sebaiknya menghindari makanan yang pedas atau asam, seperti buah jeruk. Selain itu, ia juga menyarankan untuk mengurangi asupan makanan berlemak dan menghindari alkohol serta kafein.

  • Makanan dengan tekstur lebih lembut. Jika Anda memiliki gusi atau gigi yang terinfeksi, mengonsumsi makanan dengan tekstur keras dapat melukai dan membuat mulut terasa tidak nyaman. Untuk itu, beralihlah ke makanan lunak dan lembut.

  • Konsumsi obat penambah nafsu makan. Perawatan seperti obat-obatan dan terapi hormon juga dapat membantu meningkatkan nafsu makan dan mengatasi rasa mual.

  • Perbanyak asupan banyak serat. Jika diare adalah masalah yang dihadapi, Dong juga menyarankan untuk menambahkan asupan serat dan minum lebih banyak air.

  • Rutin berlatih dan berolahraga. Melakukan olahraga ringan dapat membantu meningkatkan nafsu makan. Cobalah untuk rutin melakukan latihan beban atau resistensi untuk membangun otot sehingga dapat membantu tubuh tetap kuat.

  • Pendampingan yang baik. Makan bersama-sama memang akan memberikan semangat tersendiri dalam menikmati tiap sajian. Cobalah untuk bersantap bersama teman dan kerabat.

  • Bantuan dan perawatan. Jika kelelahan adalah masalah yang menyebabkan sulitnya seseorang untuk makan, cobalah untuk meminta bantuan dan perawatan dari teman atau keluarga. Biarkan mereka memasak dan menyiapkan makanan untuk pengidap. Dengan begitu, tidak banyak energi yang perlu dikeluarkan hanya untuk makan.

Itulah beberapa tips untuk menghindari penurunan berat badan drastis pada pengidap HIV. Pastikan untuk selalu menjaga kesehatan dan kondisi yang fit agar tubuh dapat kuat menghadapi virus yang menyerang.

Read More

Manfaat dan Bahaya Kunyit bagi Wajah

Sejak ratusan tahun lalu, masyarakat dunia telah memanfaatkan kunyit untuk merawat wajah. Tidak hanya membuat tampilan kulit lebih cerah dan halus, kandungan kunyit berupa kurkumin juga berkhasiat menyembuhkan penyakit.

Manfaat Kunyit

Kurkumin memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan sebagai penangkal serangan radikal bebas dan penyakit. Penelitian di era modern banyak yang mengakui keunggulan kunyit untuk kecantikan kulit. Berikut adalah beberapa manfaat kunyit bagi wajah

  1. Membuat Kulit Berkilau

    Kunyit mengandung antioksidan dan komponen antiinflamasi. Sifat ini dapat memberikan kilau pada wajah secara alami. Kunyit membantu regenerasi sel-sel kulit wajah. Jadi, Anda akan tampak lebih segar dan muda. Bagaimana mendapatkan manfaat ini? Caranya mudah. Buat masker dengan mencampurkan yogurt, madu dan kunyit. Aduk merata lalu oleskan pada wajah. Diamkan masker ini selama 15 menit atau sampai kering, lalu basuh wajah dengan air.

  2. Menyembuhkan Luka
    Kurkumin yang terkandung dalam kunyit dapat membantu penyembuhan luka dan mengurangi peradangan. Manfaat kunyit tersebut dapat menurunkan respons tubuh terhadap luka kulit, sehingga penyembuhan akan lebih cepat. Berdasarkan penelitian, kunyit dapat secara positif memengaruhi jaringan kulit dan kolagen. Jurnal Life Sciences merekomendasikan penggunaan kurkumin sebagai formula yang dioptimalkan pada luka kulit.

  3. Meredakan Psoriasis
    Manfaat lain dari kunyit bagi wajah adalah meredakan psoriasis dan meringankan gejalanya. Lembaga National Psoriasis Foundation di Amerika Serikat menyatakan kunyit juga bisa dikonsumsi sebagai suplemen, atau ditambahkan dalam makanan.

  4. Memudarkan Bekas Jerawat
    Jerawat kadang menimbulkan bekas luka atau bopeng yang mengganggu penampilan. Manfaat antiinflamasi dari kunyit, dapat menenangkan kulit dan mengecilkan pori-pori. Selain itu, kunyit bisa mengurangi jaringan parut yang membuat luka bekas jerawat terlihat memudar, dan lebih halus.

  5. Mengobati Kudis
    Dalam studi yang dilakukan di India, perpaduan antara kunyit dan neem (tanaman asli India), sangat efektif untuk mengobati kudis. Penyakit kudis disebabkan oleh tungau berukuran mikroskopis dan meninggalkan ruam kemerahan di kulit.

Bahaya Kunyit bagi Wajah

Selain memberikan manfaat bagi kecantikan dan kesehatan, kunyit juga memiliki dampak negatif bagi kulit. Saat menggunakan kunyit atau produk dengan kandungan kurkumin, sebaiknya Anda memperhatikan dosis, jenis produk, serta reaksi terhadap obat lainnya. Pelajari risiko penggunaan kunyit berikut ini.

  1. Memiliki Bioavailabilitas Rendah
    Artinya, metabolisme tubuh tidak bisa menyerap kunyit dalam jumlah besar. Oleh karena itu, hindari mengonsumsi kunyit berlebihan dalam satu waktu. Tunggu beberapa saat untuk melihat reaksi tubuh. Jika Anda mengonsumsi obat lain, berkonsultasilah dengan dokter untuk mengetahui reaksi penggunaan suplemen kunyit.

  2. Menyebabkan Iritasi
    Saat dioleskan ke kulit, kunyit akan meninggalkan warna kuning. Bukan hanya itu. Jika Anda memiliki riwayat alergi, kontak langsung kunyit dengan kulit bisa menyebabkan iritasi, kemerahan, hingga pembengkakan. Oleh karena itu, sebelum menggunakan produk perawatan kulit berbahan kunyit, coba sedikit terlebih dahulu di lengan bagian dalam. Jika semua tampak normal, Anda bisa melanjutkan pemakaian tersebut.

Tertarik mencoba kunyit bagi wajah? Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan produk berbahan kunyit untuk kulit Anda.

Read More

Mengapa Hasil Tes Kehamilan Bisa Salah?

Tes kehamilan dengan menggunakan test pack memang cukup dapat diandalkan. Test pack bisa mendeteksi kehamilan dengan akurasi 97 persen. Tes bisa dilakukan setelah periode menstruasi selelsai. Alat ini bekerja dengan cara menunjukkan keberadaan hormon kehamilan yang disebut human chorionic gonadotropin (hCG) dalam urine.

tes kehamilan

Akan tetapi, pernahkah Anda mendengar istilah false positive atau false negative saat menggunakan test pack? Terkadang alat tes kehamilan yang kita gunakan tidak akurat. Alat tersebut menunjukkan hasil negatif, tetapi sebenarnya Anda hamil, ataupun sebaliknya. Lalu, sebenarnya apa saja sih yang menyebabkan tes kehamilan tidak akurat?

Kehamilan Kimia

Lanalee Araba Sam, M.D., seorang ob-gyn di Fort Lauderdale, Amerika Serikat mengatakan, false positive disebabkan keguguran awal yang disebut kehamilan kimia. Ia juga menambahkan, 25-40 persen kehamilan dapat berakhir dengan keguguran, yang sering tidak terdeteksi. Sebab, terkadang beberapa wanita tidak menyadari kehamilan mereka.

Sebaiknya setelah mendapat hasil tes kehamilan, segera hubungi dokter kandungan untuk memastikan kondisi kesehatan janin. Jika ingin melakukan USG, Anda harus menunggu usia kandungan mencapai 6-7 minggu. Sementara itu, waspadalah jika mengalami kram atau pendarahan.

Kesalahan Pada Test Pack

Faktor lain yang bisa menjadi penyebab tidak akuratnya hasil tes adalah kondisi alat tes.

Sebelum menggunakan test pack, periksa dulu masa kedaluwarsa serta cara penggunaannya dengan cermat. Kesalahan dalam menggunakannya juga dapat membuat hasil tes tidak akurat.

Pengaruh Obat-obat Kimia

Sebelum menikah, beberapa wanita mungkin akan melakukan perawatan kesuburan dengan mendapatkan suntikan hormon Human Chorionic Gonadotropin (hCG). Hormon hCG bisa memicu wanita melepaskan sel telur. Sebaiknya, berikan jarak antara mengonsumsi obat kesuburan dan melakukan tes kehamilan. Sebab jika tidak, alat tes kehamilan menunjukkan hasil positif, padaha kenyataannyal tidak. Tunggu hingga 14 hari sampai kadar HCG dalam tubuh benar-benar hilang, sebelum Anda melakukan tes kehamilan di rumah.

Mengonsumsi obat-obatan seperti methadone juga dapat menyebabkan tes kehamilan salah dan tidak akurat. Hal ini diungkapkan langsung oleh Sean Daneshmand, M.D., seorang ob-gyn yang berbasis di San Diego dan pendiri organisasi nirlaba Miracle Babies.

Tumor Langka

Dr. Daneshmad mengatakan, dalam beberapa kasus, tumor di dalam tubuh dapat menghasilkan hCG. Di antaranya adalah kasus tumor sel telur ovarium tertentu, dan penyakit trofoblas gestasional (penyakit yang terjadi pada saat kehamilan, penyakit ini terjadi pada sel-sel trofoblas). Kondisi langka ini menyebabkan sel-sel yang biasanya membentuk plasenta, malah mengembangkan tumor sebagai gantinya.

Urine yang Terlalu Cair

Test pack atau alat tes kehamilan umumnya menggunakan urine sebagai media untuk mendeteksi kehamilan. Urine yang terlalu cair, justru akan menyulitkan alat tes kehamilan mendeteksi kehadiran hCG dalam urine. Untuk mendapatkan hasil tes kehamilan yang akurat, sebaiknya lakukan tes pada pagi hari. Urine di pagi hari dipercaya mempunyai konsentrasi yang paling tinggi dibandingkan di waktu lainnya. Jika memang Anda mengalami gejala kehamilan tetapi test pack menunjukkan negatif, segera berkonsultasi dengan dokter kandungan atau bidan untuk mengetahui akurasinya. Selain itu, apabila test pack menunjukkan hasil tes kehamilan positif, Anda memiliki 97% kemungkinan hamil.

Read More