Kenali Penyebab Meningitis dan Cara Mencegahnya

Meningitis merupakan infeksi yang menyerang selaput halus yang mengelilingi otak dan tulang belakang. Ada beberapa jenis penyakit meningitis, diantaranya yang disebabkan oleh bakteri, virus dan jamur. Meningitis yang disebabkan oleh bakteri bisa berisiko mengancam nyawa pasien yang terserang dan dapat menyebar melalui kontak jarak dekat dengan orang lain.

Sedangkan meningitis yang disebabkan oleh virus cenderung lebih tidak berbahaya, serta orang yang mengidapnya bisa sembuh secara total tanpa pengobatan. Meningitis yang disebabkan oleh jamur lebih langka dari meningitis lainnya, hal ini biasanya terjadi pada pasien yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Apa penyebab meningitis?

Meningitis umumnya disebabkan oleh infeksi virus, bakter dan jamur. Infeksi virus biasanya tidak membahayakan jiwa dan pasien cenderung sembuh secara sendirinya. Adanya virus-virus seperti herpes, HIV, gondok dan lain-lain juga dapat menyebabkan meningitis. Infeksi bakteri ini disebabkan oleh bakteri-bakteri yang memasuki aliran darah hingga ke otak dan ke tulang belakang. Tetapi, infeksi bakteri yang menyebabkan meningitis bisa juga disebabkan ketika bakteri menyerang langsung ke selaput otak.

Hal ini dapat terjadi karena infeksi sinus, fraktur tengkorak, atau operasi. Infeksi jamu sangat jarang terjadi dan dapat disebabkan oleh jamur yang menyerang jaringan dan cairan yang mengelilingi otak dan tulang belakang. Infeksi tipe ini tidak dapat menular antar manusia. Penyakit ini biasanya terjadi kepada pasien yang memiliki daya tahan tubuh lemah seperti penderita AIDS. Infeksi jamur dapat mengancam nyawa jika tidak diobati dengan pengobatan anti-bakteri.

Pencegahan

Ada beberapa jenis vaksin yang bisa diberikan untuk mencegah meningitis yang disebabkan oleh bakteri. Biasanya dokter akan menyarankan tindakan berikut ini untuk mencegah meningitis:

  • Menjaga kebersihan dengan cara mencuci tangan secara berkala
  • Tidak berbagi makanan, minuman atau peralatan makan untuk mengurangi risiko penyebaran melalui kontak jarak dekat
  • Menjaga kesehatan dengan berolahraga secara rutin dan diet makanan bergizi
  • Jika Anda sedang hamil, masaklah makanan hingga matang. Hindari makanan mentah dan produk susu beserta turunannya yang tidak dipasteurisasi.
  • Vaksinasi

Jika pasien terkena meningitis terutama yang disebabkan oleh bakteri, biasanya pasien akan menjadi sakit dalam waktu yang singkat. Walaupun peluang mengidap meningitis kecil, harus segera menghubungi dokter apabila terjadi:

  • Demam
  • Pusing berkelanjutan
  • Mutah
  • Leher terasa kaku

Jika Anda mengalami gejala meningitis, segeralah periksakan diri ke dokter terpercaya. Jika memungkinkan, dokter Anda mungkin akan merujuk ke spesialis penyakit dalam atau spesialis saraf. Dokter biasanya bisa mendiagnosis meningitis dengan menanyakan gejala dan mengambil sampel darah untuk menguji keberadaan bakteri, mengambil gambar di bagian kepala dan dada untuk mendeteksi pembengkakan, mengambil cairan serebrospinal untuk mendeteksi penyakit meningitis. Segera ke ruang Unit Gawat Darurat apabila gejala-gejala meningitis sudah parah. Pengobatan yang cepat dapat menentukan keselamatan Anda.

Read More

Penyebab Pengelupasan Kulit yang Perlu Diketahui

Kulit mengelupas merupakan suatu tanda dan proses pembuangan kulit mati. Tak perlu khawatir, hal ini umum dan sering terjadi. Kulit mengelupas bisa terjadi pada beberapa bagian tubu di antaranya tangan, tumit kaki dan wajah. Kulit wajah yang mengelupas tidak memberikan dampak yang parah namun jadi tidak enak dilihat dan menggangu.

Pengelupasan kulit di wajah biasanya diawali dengan ruam merah dan meradang. Hal ini kemudia berubah menjadi timbul rasa perih, kering dan akhirnya kulit mulai mengelupas. Walaupun bukan pertanda buruk, tapi ada kebiasaan buruk yang pasti kamu lakukan saat melihat ada kulit mengelupas. Menarik kulit yang dalam posisi setengah terbuka perlu dihindari karena akan membuat kulit menjadi luka.

Penyebab kulit wajah mengelupas difaktori oleh beberapa hal. Untuk mengetahui lebih lanjut, ini dia macam-macam penyebab pengelupasan kulit yang perlu kamu ketahui, antara lain:

Kulit Kering

Memiliki kulit kering rentan mengalami kulitwajah mengelupas. Hal ini akan mudah terjadi jika wajah,u terlalu sering terkena air sabun atau bahan-bahan dari krim yang mengandung zat iritatif. Selain itu, tipe kulit kering juga mudah mengelupas karena sering terkena sinar matahari, proses perubahan cuaca panas dan dingin serta tanda-tanda penuaan. Baiknya, gunakan lotion atau minyak zaitun murni untuk melembabkan kulit keringmu.

Terbakar Sinar Matahari

Jika kamu biasa hidup dan tinggal di wilayah yang lembab dan jarang terkena matahari, kulitmu akan rentan mengelupas saat terpapar sinar matahari secara langsung. Contohnya saat pergi ke pantai dan terkena sinar matahari, kulitmu bisa memerah dan mengelupas. Sebelum mengelupas, kulit kamu akan memerah dan terasa sakit. Pengelupasan kulit ini bisa menyebabkan perbedaan warna kulit menjadi tidak merata.

Alergi

Faktor yang bisa menyebabkan kulit wajah terbakar adalah alergi. Alergi terjadi saat kulit wajahmu bersentuhan langsung dengan alergen (zat pemicu alergi) yang menyebabkan kulit wajah bereaksi. Selain kulit yang memerah dan mengelupas, saat alergi kulit biasanya akan terasa gatal, ruam dan melepuh.

Pengaruh Obat-obatan

Kulit wajah yang terkelupas juga bisa disebabkan oleh efek samping obat-obatan. Beberapa obat yang bisa membuat kulit mengelupas adalah yang mengandung krim retinoid, asam salisilat, asam glikolat dan AHA atau Alpha Hydrox Acids. Selain itu, obat-obatan untuk kemoterapi, antibiotik, obat epilepsi dan obat untuk menurunkan tekanan darah bisa menyebabkan kulit mengelupas.

Atopik Dermatitis

Eksim adalah kondisi di mana pengelupasan kulit sudah parah dan cenderung kambuh. Eksim memang belum jelas penyebabnya, namun biasanya hal ini terjadi karena beberpa faktor di antaranya bakteri, gangguan sistem imun, perubahan cuaca yang ekstrim, kulit kering dan faktor genetik.

Dari beberapa penyebab di atas, kulit yang mengelupas bisa diatasi namun harus sesuai dengan penyabab itu sendiri. Umumnya, kulit wajah yang mengelupas bisa kamu tangani dengan cara banyak minum air putih, mengompres kulit wajah dengan air dingin, mengoles kulit dengan minyak zaitun atau pelembab terutama setelah mandi, hindari penggunaan zat-zat atau bahan kimia yang dapat membuat kulit iritasi, mengganti sabun wajah dengan sabun yang aman untuk kulit dan yang paling penting tidak menggaruk atau menarik kulit yang terkelupas karena akan menyebabkan iritasi. Jika kulit yang mengelupas menjadi semakin parah, ada baiknya untuk memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pengobatan medis lebih lanjut.

Itulah beberapa penyebab pengelupasan kulit yang perlu kamu ketahui. Semoga menambah wawasanmu.

Read More

Apa Saja, sih, Penyebab Bau Badan pada Wanita?

Bau badan sepertinya menjadi kondisi yang amat ditakutkan, apalagi para wanita. Sebab bau badan jelas membuat si penderitanya jadi tidak pede. Namun, pernahkah Anda merasa frustasi dengan masalah bau badan Anda—padahal, Anda telah berusaha untuk meminimalisir dan menghindari potensi-potensi tersebut dengan berbagai cara? Nah, mungkin beberapa penyabab bau badan ini yang menjadi sumber masalahnya.

Apa saja, sih, penyebab bau badan yang menimpa para wanita? Berikut beberapa faktornya:

  1. Hormon

Bagi wanita, hormon juga punya pengaruh terhadap timbulnya bau badan, terutama saat memasuki masa menstruasi. Kondisi hormon yang tidak menentu dapat berpengaruh pada keringat dan kemampuan dalam mengatasi suhu tubuh. Selain di area reproduksi, bagian tubuh lain juga dapat menimbulkan bau tak sedap. Jadi pastikan untuk selalu jaga kebersihan tubuh kamu, terutama saat menstruasi.

  • Gangguan Genetik

Ada beberapa faktor genetik yang menyebabkan timbulnya bau badan tak sedap. Salah satunya adalah trimethylaminuria. Penyakit genetik langka ini merupakan kondisi gangguan metabolisme yang menyebabkan tubuh mengeluarkan senyawa kimia trimethylamine. Senyawa tersebut tidak dapat dipecah oleh tubuh sehingga menimbulkan bau badan tak sedap, meskipun badan tidak dalam kondisi berkeringat. Bau badan jenis ini tidak dapat diatasi hanya dengan mandi dan membersihkan diri. Bahkan, dalam dunia medis sekalipun, belum ditemukan obat untuk menyembuhkan penyakit ini. Meski hanya dialami oleh 1 dari 200 ribu orang, tapi rata-rata penderita penyakit genetik ini adalah wanita.

  • Pola Konsumsi Makanan

Ada beberapa jenis makanan dan minuman yang jadi pemicu timbulnya keringat dan bau badan, seperti daging merah, makanan yang mengandung kolin seperti hati ikan dan telur, bawang, alkohol, kafein, dan produk olahan susu. Saat kamu mengonsumsi berbagai produk tersebut, suhu tubuh akan meningkat dan memicu timbulnya keringat. Bakteri alami yang ada di tubuh akan menyerapnya dan melepaskan bau badan tak sedap. Untuk mencegah bau badan, sebaiknya hindari jenis makanan tersebut dan usahakan untuk memperbanyak minum air putih atau sayuran hijau.

  • Faktor Medis

Terkadang, munculnya keringat berlebih merupakan tanda dari beberapa penyakit, seperti diabetes. Para penderita diabetes tingkat tinggi biasanya mengalami kesulitan dalam mengontrol gula darah. Untuk mengganti glukosa, tubuh memanfaatkan lemak sebagai bahan bakar pengganti. Hasil proses tersebut akan menghasilkan senyawa bersifat asam dalam jumlah yang cukup banyak.

  • Aktivitas Berlebih

Saat melakukan aktivitas fisik yang melelahkan, secara normal tubuh akan mengeluarkan keringat. Nah, sebenarnya berkeringat adalah cara tubuh untuk mendinginkan diri. Ketika suhu tubuh naik, jutaan kelenjar keringat akan diaktifkan dan keluar melalui pori-pori. Saat keringat menguap, suhu tubuh pun akan mendingin. Itu sebabnya kamu tidak bisa mencegah keringat keluar di saat udara panas. Pada dasarnya, keringat itu tidak berbau dan berwarna. Bau yang dihasilkan merupakan kontribusi dari bakteri yang menyerap keringat di tubuh. Supaya tubuh kamu tetap terjaga keharumannya, usahakan untuk menggunakan deodoran anti-perspirant sebelum beraktivitas. Kenakan juga pakaian yang menyerap keringat saat beraktivitas fisik seperti olahraga, ya.

Jika Anda telah mengetahui beberapa penyebab bau badan pada wanita, berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan untuk mencegah atau mengatasi masalah tersebut:

  • Salah satu tips untuk mencegah bau badan secara alami adalah mandi dengan teratur. Jika tubuh Anda sedang berkeringat lebih, mandi dua kali sehari.
  • Meningkatkan asupan air dalam diet Anda. Ini merupakan tips yang paling efektif untuk tetap sehat dan mencegah bau badan secara alami. Air mencairkan keringat sehingga dapat mengurangi bau badan.
  • Pastikan ketiak tetap bersih. Anda juga bisa menjaga kebersihan diri dan melindungi kulit dari infeksi dan penyakit.
  • Selalu mengeringkan ketiak Anda sebelum mengenakan pakaian. Hal ini mencegah kemungkinan munculnya keringat.
  • Campurkan sedikit baking soda ke dalam air mandi Anda. Bilas tubuh Anda dengan ramuan ini, khususnya pada ketiak. Kemudian bersihkan dengan handuk bersih.

***

Sebenarnya mudah saja, kok, untuk menjaga tubuh Anda tidak menguarkan bau tak sedap. Cukup hindari penyebab bau badan tersebut dan selalu pertahankan gaya hidup sehat. Anda bisa saja untuk menjaga kebersihan diri, seperti rajin mandi dan mengenakan pakaian bersih. Bisa pula dengan rutin mengonsumsi air putih dan sayuran hijau.

Read More

Manfaat Air Garam untuk Merendam Kaki

Teknik hidroterapi, atau merendam kaki di dalam air, telah dikenal sejak lama. Berbagai metode pun telah ditemukan dan menjadi populer. Namun, tahukah Anda jika garam bisa menjadi salah satu bahan untuk hidroterapi?

Ternyata, perpaduan garam dan air hangat memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Kandungan garam pada air dapat menjadi antiseptik yang meredakan infeksi pada kaki. Sementara air hangat dapat dapat meningkatkan respons sel darah putih dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Oleh karena itu, mencampurkan air hangat dengan garam dapat meningkatkan kerja fagosit dalam tubuh yang berfungsi menghancurkan kotoran dan melakukan detoksifikasi (pembuangan racun dan zat sisa) pada darah.

Berikut ini beberapa manfaat air garam jika digunakan untuk merendam kaki bagi kesehatan:

  1. Menghilangkan Bau Kaki

Menggunakan sepatu sepanjang hari dapat membuat kaki menjadi lembab. Hal ini bisa membuat kaki menjadi tempat yang sempurna untuk perkembangbiakan bakteri yang menyebabkan bau tidak sedap.

Merendam kaki dengan air garam bisa menjadi salah satu cara mengatasi hal ini. Caranya dengan merendam kaki selama kurang lebih 10-20 menit.

Cara ini dapat mengurangi kelembaban di daerah kaki sehingga bakteri penyebab bau tak muncul lagi.

  • Mengurangi Rasa Nyeri Kaki

Sebuah survey menyatakan bahwa sekitar 61% wanita menghabiskan waktu lebih dari 4 jam untuk berdiri dalam sehari. Hal ini kurang baik untuk kesehatan karena dapat menyebabkan kaki terasa nyeri.

Untuk mengurangi rasa nyeri kaki tersebut Anda bisa merendam kaki dengan air garam. Tak butuh waktu yang lama, cukup 20 menit saja dan kaki menjadi lebih rileks bebas dari rasa nyeri.

Penggunaan garam mengandung magnesium sulfat juga dapat memberikan manfaat lebih, seperti membuat otot menjadi rileks, mengurangi rasa nyeri, dan menenangkan sistem saraf tubuh.

  • Merawat Kebersihan dan Kesehatan Kuku Kaki

Tak ada salahnya untuk merendam kaki dengan air garam terlebih dahulu bila hendak menggunting kuku kaki. Terutama bila kuku kaki Anda termasuk yang tebal dan susah di potong.

Hal ini dapat merawat kebersihan dan kesehatan kuku kaki. Namun perlu diingat untuk mengimbangi hal ini dengan perawatan lain. Misalnya seperti menjaga kesehatan kuku, memotong kuku secara rutin, tidak mengigit kuku, dan menggunakan sepatu dengan ukuran yang benar.

  • Mengatasi Kaki Pecah-Pecah

Kaki pecah-pecah menjadi salah satu permasalahan yang kerap dialami oleh setiap wanita. Salah satu cara untuk mengatasi hal ini ialah merendam kaki dengan air garam.

Selain dapat mengatasi kaki pecah-pecah, cara ini juga dapat membuat kaki menjadi lebih lembut dan rileks.

  • Mencegah Infeksi Jamur pada Kaki

Jangan pernah sekali-kali menyepelekan infeksi jamur pada kaki. Hal ini bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya dan menyebabkan penyakit yang lebih berbahaya.

Biasanya, infeksi jamur terjadi karena kebiasaan tidak menggunakan alas kaki saat ke toilet atau pinggir kolam renang. Gejala infeksi jamur pada umumnya gatal, perih, lecet, kulit mengelupas, melepuh, atau terbakar.

Infeksi jamur pada kaki bisa diatasi dengan obat anti jamur topikal. Namun bila Anda ingin pengobatan yang lebih tradisional, merendam kaki dengan air garam bisa jadi salah satu jawabannya.

  • Melawan Insomnia

Akan menjadi hal yang menjengkelkan bila sulit untuk memejamkan mata setelah seharian lelah bekerja. Namun, masalah itu bisa ditangani dengan merendam kaki di dalam air garam. Sebabnya, terapi ini dapat membantu merelaksasikan otot-otot, membantu menciptakan rasa nyaman dan menghilangkan ketegangan tubuh. Hal ini disebabkan karena merendam kaki dengan air garam akan membuat aliran peredaran darah pada kaki menjadi terbuka dan lancar. Aliran yang lancar ini akan membantu menciptakan rasa nyaman pada kaki dan menghilangkan pegal-pegal, membuat Anda lebih mudah terlelap, dan mengatasi insomnia.

***

Nah, dari sekian banyak manfaat air garam untuk merendam kaki, ada baiknya seluruh rangkaian terapi ini dilakukan dengan aman dan dalam batas yang wajar. Sebab salah-salah, bisa menimbulkan masalah kesehatan lain seperti dermatosis. Dermatosisi sendiri adalah masalah kulit pada kaki. Gejalanya ada banyak macam, seperti nyeri pada kulit, kulit menjadi kemerahan, perih, hingga tubuh yang mengalami demam. Oleh karenanya, pastikan air yang kita gunakan selalu bersih dan tidak terkontaminasi kotoran. Selain itu, durasi perendaman juga jangan terlampau lama agar manfaat air garam bisa benar-benar Anda dapatkan.

Read More

Penyebab, Tipe dan Klasifikasi Pneumonia

Pneumonia adalah penyakit paru-paru yang ditandai oleh peradangan pada udara di paru-paru dan paling umum terjadi karena infeksi.

Infeksi tersebut yang dapat menyebabkan penyakit parah, di mana satu atau kedua paru-paru Anda dapat terisi dengan cairan atau dahak, lendir yang dihasilkan di paru-paru. 

Berikut berbagai penyebab pneumonia:

Pneumonia dapat disebabkan oleh infeksi virus, infeksi bakteri, atau jamur. Jenis bakteri yang paling umum yang dapat menyebabkan pneumonia adalah Streptococcus pneumoniae.

  • Streptococcus pneumoniae, sejenis bakteri, adalah penyebab paling umum dari pneumonia.  Legionella pneumophila adalah jenis bakteri yang menyebabkan pneumonia yang dikenal sebagai penyakit Legionnaire. Jenis bakteri lain yang dapat menyebabkan pneumonia atau yang disebut pneumonia “atipikal” adalah, Legionella pneumophila, Mycoplasma pneumoniae, dan Chlamydophila pneumonia.

Haemophilus influenzae juga termasuk jenis bakteri yang dapat menyebabkan pneumonia dan paling sering menyebabkan penyakit pneumonia pada bayi serta anak-anak di bawah 5 tahun.

  • Penyebab paling umum dari pneumonia pada orang dewasa adalah virus influenza. Sejumlah virus pernapasan yang berbeda juga dapat menyebabkan pneumonia pada anak-anak, seperti virus pernapasan syncytial (RSV).  Sementara pneumonia yang disebabkan oleh virus cenderung kurang parah daripada pneumonia yang disebabkan oleh bakteri. Virus influenza dan respiratory syncytial virus (RSV), bagaimanapun, dapat menyebabkan masalah serius pada beberapa pasien.

Jenis virus lain yang dapat menyebabkan pneumonia, termasuk virus campak dan varicella (cacar air).

  • Jamur yang dapat menyebabkan pneumonia termasuk Cryptococcus, Histoplasma, dan Coccidioides. Pada kebanyakan individual, organisme tersebut sebenarnya tidak menyebabkan penyakit, tetapi jamur tersebut dapat menyebabkan pneumonia pada beberapa orang.

Pneumonia karena infeksi jamur paling umum terjadi pada mereka yang memiliki sistem kekebalan yang lemah karena HIV / AIDS atau mereka yang menggunakan obat yang menekan fungsi kekebalan tubuh. Infeksi lain yang dianggap jenis pneumonia jamur adalah Pneumocystis jirovecii. Organisme ini dikenal sebagai penyebab terjadinya pneumonia pada pasien dengan HIV / AIDS.

Terdapat beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan iritasi paru-paru yang tidak menular seperti menghirup bahan kimia, makanan, gas, cairan, dan / atau debu.

Tipe pneumonia:

Biasanya, tipe pneumonia disebut oleh jenis organisme yang dapat menyebabkan Anda mengalami pneumonia tersebut, seperti pneumonia bakteri, pneumonia virus, atau pneumonia jamur. Nama organisme spesifik juga dapat digunakan untuk menggambarkan jenis-jenis pneumonia, seperti pneumonia pneumokokus (Streptococcus pneumoniae) atau Legionella pneumonia.

Klasifikasi pneumonia:

Pneumonia sendiri dapat diklasifikasikan atau ditandai melalui berbagai cara. Perawat media sering merujuk pneumonia berdasarkan cara infeksi tersebut didapat, seperti pneumonia yang didapat dari masyarakat atau pneumonia yang didapat di rumah sakit.

  • Community-acquired pneumonia (CAP), seperti namanya, adalah infeksi saluran pernapasan paru-paru yang berkembang di luar rumah sakit atau di luar lingkungan perawatan kesehatan.  Pneumonia jenis ini, lebih sering di dapatkan daripada pneumonia yang didapat di rumah sakit.
  • Hospital-acquired pneumonia atau pneumonia yang didapat di rumah sakit (HAP) didapat ketika Anda sudah dirawat di rumah sakit karena kondisi lain. HAP umumnya lebih serius karena berkembang pada pasien yang sakit dan sudah dirawat di rumah sakit atau dalam perawatan medis karena kondisi lain.  Pneumonia ini biasanya diperoleh dari rangkaian perawatan kesehatan lainnya, seperti pusat dialisis ginjal, klinik rawat jalan, atau panti jompo.

Pengobatan pada pneumonia tergantung pada penyebab infeksi tersebut. Anda mungkin hanya perlu istirahat di tempat tidur, sementara yang lain mungkin perlu di rawat di rumah sakit.  Segera temui dokter Anda untuk mengetahui rencana perawatan yang sesuai dengan Anda.

Read More

Tips Menyapih Bayi yang Bisa Anda Lakukan Di Rumah

Anda telah berhasil melewati proses menyusui selama dua tahun? Inilah waktunya untuk menyapih bayi Anda. Untuk kelancaran proses menyapih, simak berbagai tipsnya berikut ini.

Pilih Waktu yang Tepat

American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan menyusui secara eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan. Kemudian, kombinasikan makanan padat dan ASI sampai bayi berusia 1 tahun. Namun ketahuilah, bahwa menyapih anak pada akhirnya adalah keputusan pribadi.

Perhatikan Kesiapan Bayi

Bisanya setelah berusia 6 bulan atau saat mendapatkan MPASI, bayi sudah bisa makan makanan pada. Dia mungkin bahkan bisa memegang makanannya sendiri. Saat disusui, tak jarang bayi malah rewel dan kadang menjadi acuh. Ini tanda awal yang bisa dijadikan patokan waktu untuk menyapih anak.

Atur Jadwal

Anda bisa menentukan jadwal sendiri untuk mulai menyapih. Misalnya dengan mencoba mengurangi jatah ASI si kecil dalam seminggu. Namun, kebutuhan nutrisinya tetap harus diperhatikan.

Melihat Kondisi Anak

Saat anak tumbuh gigi bukan menjadi waktu yang tepat untuk menyapih. Sebab, anak akan lebih rewel, bahkan mengalami. Dalam kondisi ini, anak justru membutuhkan ASI.

Tetap Sesuai Rencana

Jika Anda sudah mengatur jadwal, tetap jalankan rencana tersebut. Secara perlahan, kurangi jatah ASI untuk si kecil. Awalnya bisa dilakukan selama seminggu, kemudian diperpanjang menjadi sebulan, untuk mengurangi pemberian ASI.

Bangun Hubungan Emosional

Penting untuk diingat bahwa menyusui tidak hanya memberikan nutrisi pada bayi, tapi juga membangun hubungan emosional ibu dan anak. Habiskan waktu Anda bersama anak dengan kegiatan yang membuatnya tetap terstimulasi secara emosional selama masa transisi ini.

Biarkan Anak yang Menentukan

Ada beberapa anak yang memang mudah untuk disapih. Nah, dalam hal ini jangan menawarkan untuk memberikan ASI, tapi juga jangan menolak jika anak meminta. Biarkan dia yang menentukan.

Ganti Rutinitas

Coba libatkan pasangan, pengasuh, atau kakek dan neneknya. Jika anak menolak untuk minum dari botol susu saat Anda berikan, mintalah pasangan Anda untuk menyodorkannya. Ada kemungkinan si anak mau meminumnya.

Menggunakan Pakaian yang Rumit

Menyapih anak setelah dua tahun akan terasa lebih menantang. Cobalah dengan menggunakan pakaian yang rumit dan sulit dibuka. Ini akan membuatnya enggan untuk menyusu.

Penuhi Nutrisi Anak

Dalam proses menyapih anak, selalu perhatikan asupan makanannya. Biasanya saat memulai makanan padat pertama, ibu akan memberikan makanan yang dihaluskan. AAP merekomendasikan untuk mencoba satu makanan baru pada satu waktu dan menunggu 2-3 hari untuk melihat kemungkinan alergi. Dalam tahap ini anak membutuhkan ekstra kalori, protein, serat, vitamin dan mineral dari berbagai makanan. Cobalah memberikan buah-buahan dan sayuran. Dengan asupan makanan yang tepat, Anda tidak perlu khawatir anak akan kekurangan nutrisi.

Read More

8 Cara Membantu Bayi Belajar Berjalan

Saat berusia 4-15 bulan, bayi akan mulai belajar duduk dan berjalan mengelilingi rumah. Selama fase ini, orangtua bisa membantu bayi mendapatkan kepercayaan diri mulai melangkah. Inilah 8 tahapan untuk membantu bayi berjalan dengan mudah.

Tahap 1: Duduk (4-7 bulan)

Ketika si kecil mulai belajar duduk tanpa bantuan seseorang, itu artinya dia sedang berada pada tahap pertama untuk memperoleh keseimbangannya. Dengan duduk, otot-otot si kecil akan menjadi lebih kuat, sehingga hal ini akan membantunya saat belajar berjalan.

Selama bermain, Anda bisa menawarkan permainan susun-menyusun atau menggelindingkan bola ke depan dan ke belakang, untuk membantu si kecil memperkuat otot-ototnya.

Tahap 2: Merangkak (7-10 bulan)

Yang paling penting bagi bayi ketika berada di tahap merangkak adalah belajar menggerakkan lengan serta kakinya pada waktu bersamaan. Hal ini pun merupakan salah satu keterampilan yang dibutuhkannya ketika belajar berjalan.

Untuk itulah, Anda bisa membantunya belajar merangkak dari satu sisi ke sisi yang lain. Setelah itu, beri pujian agar bayi semakin bersemangat untuk belajar.

Tahap 3: Berdiri (8 bulan)

Saat otot-ototnya menjadi lebih kuat dan rasa ingin tahunya menjadi lebih besar, momen ini merupakan waktu memperkenalkannya dengan posisi berdiri. Bantu si kecil menarik tubuhnya ke atas.

Setelah itu, Anda pun perlu menunjukkan cara menekuk lututnya agar bisa kembali ke lantai. Dengan demikian, hal ini bisa meringankan risiko jatuh sewaktu ia mulai melangkah sendiri.

Tahap 4: Belajar Berjalan dengan Bantuan (8-9 bulan)

Saat bayi sudah bisa menarik diri dan memperoleh keseimbangan waktu menggenggam tangan Anda, bantulah dia melangkah. Hal tersebut bisa membuat si kecil lebih mudah untuk menuju fase berjalan berikutnya.

Selain itu, kepercayaan dirinya juga akan semakin meningkat dalam mengambil langkah-langkah pertama.

Tahap 5: Menjelajah (8-9 bulan)

Begitu menginjak usia 8- 9 bulan, bayi mulai menggunakan dinding serta perabotan untuk mengelilingi rumah. Fase ini disebut sebagai fase menjelajah. Untuk itu, Anda perlu memastikan keadaan rumah benar-benar aman. Selain itu, buatlah tempat berpijak yang lembut bagi si kecil.

Tahap 6: Berdiri Tanpa Bantuan (9-12 bulan)

Keseimbangan bisa dibilang menjadi bagian terpenting dari fase berjalan. Bila si buah hati bisa berdiri dan menyeimbangkan tubuhnya selama beberapa detik, ini akan membuat dia lebih percaya diri dalam belajar berjalan.

Oleh karena itu, Anda bisa melakukan beberapa permainan sederhana agar keseimbangan si buah hati semakin terlatih.

Tahap 7: Langkah Pertama (9-12 bulan)

Langkah pertama merupakan salah satu momen berharga bagi si kecil. Agar terasa semakin berkesan, buatlah sesuatu yang besar. Misalnya saja bersorak ketika dia mulai mendapatkan keseimbangan saat berjalan sendiri. Anda juga bisa mengawasinya dengan duduk di lantai dan membimbingnya.

Tahap 8: Berjalan (12-15 bulan) Mungkin diperlukan bimbingan beberapa langkah sebelum anak berhasil berjalan sendiri. Dorong buah hati Anda agar berlatih berjalan sebanyak mungkin. Selain itu, akan lebih baik bila Anda menempatkannya dalam posisi berdiri, daripada duduk. Dengan demikian si kecil bisa lebih semangat untuk berlatih berjalan.

Read More

Tips Diet HIV untuk Atasi Penurunan Berat Badan Drastis

Sebenarnya, orang dengan HIV tidak membutuhkan diet khusus. Para ahli kesehatan juga tidak memiliki batasan dan anjuran untuk jenis makanan yang boleh dan tidak boleh untuk dikonsumsi. Akan tetapi, gejala penurunan berat badan drastis menjadi salah satu kondisi yang perlu untuk diperhatikan dengan baik. Penderita HIV yang merasakan keluhan berupa sakit dan mengalami gejala seperti mual, diare, atau penurunan berat badan memerlukan perhatian khusus untuk asupan gizinya agar dapat kembali pulih dan stabil kesehatannya.

Seorang Direktur Klinik HIV/AIDS di San Francisco General Hospital, dr. Brad Hare, mengungkapkan bahwa asupan nutrisi yang baik sangat penting untuk orang dengan HIV. Tanpa diet yang sehat, tubuh pengidap akan mengalami kesulitan untuk memulihkan diri dan melawan infeksi.

Penurunan Berat Badan Karena HIV

Penurunan berat badan yang tidak diinginkan terkait HIV sebenarnya sudah jarang terjadi dibandingkan dengan pengidap terdahulu. Meskipun begitu, bukan berarti tidak terjadi sama sekali. Turunnya berat badan secara drastis dapat disebabkan oleh virus itu sendiri, ataupun karena masalah dan perawatan terkait HIV. Biasanya, kondisi ini terjadi pada orang dengan HIV berat atau HIV yang tidak diobati. Ditambah lagi dengan infeksi atau peningkatan jumlah virus dalam darah.

Secara garis besar, penurunan berat badan penderita HIV dapat terjadi akibat beberapa penyebab, di antaranya

  • Virus HIV itu sendiri
  • Obat-obatan HIV, yang memberikan efek samping pengurangan nafsu makan, membuat makanan terasa tidak enak, atau membuat tubuh lebih sulit untuk menyerap nutrisi
  • Gejala seperti mual dan luka mulut bisa membuat makan menjadi tidak menyenangkan
  • Diare dan masalah pencernaan lainnya yang dapat membuat tubuh lebih sulit untuk mengambil nutrisi dari makanan
  • Tubuh melemah yang dapat memberi dampak pada selera makan dan kemampuan untuk makan
  • Kebutuhan kalori tubuh yang tinggi untuk menghadapi penyakit lanjut, peningkatan jumlah virus HIV yang tinggi dalam darah, atau infeksi lain


9 Solusi Diet Pengidap HIV
Jika Anda atau kerabat Anda merupakan pengidap HIV, pastikan untuk selalu memantau dan mengontrol asupan nutrisi dan gizi harian untuk menghindari penurunan berat badan secara drastis. Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi yang khusus bekerja dengan penderita HIV sehingga Anda dapat memperoleh informasi yang tepat mengenai anjuran diet bagi pengidap HIV. Solusi yang biasanya disampaikan, antara lain

  • Perbanyak asupan kalori. Jika dokter menemukan bahwa pengidap tidak mendapatkan cukup kalori, maka segera tingkatkan asupan kalori dalam makanan sehari-hari. Ahli diet atau ahli gizi biasanya akan memberi saran mengenai cara terbaik untuk memperoleh asupan kalori tambahan, misalnya dengan mengonsumsi minuman suplemen nutrisi.

  • Kurangi porsi dan tingkatkan frekuensi makan. Makanan dalam porsi besar lebih mungkin membuat seseorang merasa mual. Jadi, cobalah untuk mengurangi porsi makan, dan perbanyak jadwal makan. Contohnya, jika orang pada umumnya makan tiga kali sehari, cobalah untuk makan 5-6 kali dengan porsi yang lebih kecil.

  • Pilih makanan yang lebih ringan. Jika mual atau diare adalah masalah, beralihlah ke makanan ringan untuk membantu mengisi kebutuhan gizi tubuh. Kimberly Dong, RD, seorang ahli diet di Tufts University School of Medicine, mengatakan bahwa para penderita HIV sebaiknya menghindari makanan yang pedas atau asam, seperti buah jeruk. Selain itu, ia juga menyarankan untuk mengurangi asupan makanan berlemak dan menghindari alkohol serta kafein.

  • Makanan dengan tekstur lebih lembut. Jika Anda memiliki gusi atau gigi yang terinfeksi, mengonsumsi makanan dengan tekstur keras dapat melukai dan membuat mulut terasa tidak nyaman. Untuk itu, beralihlah ke makanan lunak dan lembut.

  • Konsumsi obat penambah nafsu makan. Perawatan seperti obat-obatan dan terapi hormon juga dapat membantu meningkatkan nafsu makan dan mengatasi rasa mual.

  • Perbanyak asupan banyak serat. Jika diare adalah masalah yang dihadapi, Dong juga menyarankan untuk menambahkan asupan serat dan minum lebih banyak air.

  • Rutin berlatih dan berolahraga. Melakukan olahraga ringan dapat membantu meningkatkan nafsu makan. Cobalah untuk rutin melakukan latihan beban atau resistensi untuk membangun otot sehingga dapat membantu tubuh tetap kuat.

  • Pendampingan yang baik. Makan bersama-sama memang akan memberikan semangat tersendiri dalam menikmati tiap sajian. Cobalah untuk bersantap bersama teman dan kerabat.

  • Bantuan dan perawatan. Jika kelelahan adalah masalah yang menyebabkan sulitnya seseorang untuk makan, cobalah untuk meminta bantuan dan perawatan dari teman atau keluarga. Biarkan mereka memasak dan menyiapkan makanan untuk pengidap. Dengan begitu, tidak banyak energi yang perlu dikeluarkan hanya untuk makan.

Itulah beberapa tips untuk menghindari penurunan berat badan drastis pada pengidap HIV. Pastikan untuk selalu menjaga kesehatan dan kondisi yang fit agar tubuh dapat kuat menghadapi virus yang menyerang.

Read More

Manfaat dan Bahaya Kunyit bagi Wajah

Sejak ratusan tahun lalu, masyarakat dunia telah memanfaatkan kunyit untuk merawat wajah. Tidak hanya membuat tampilan kulit lebih cerah dan halus, kandungan kunyit berupa kurkumin juga berkhasiat menyembuhkan penyakit.

Manfaat Kunyit

Kurkumin memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan sebagai penangkal serangan radikal bebas dan penyakit. Penelitian di era modern banyak yang mengakui keunggulan kunyit untuk kecantikan kulit. Berikut adalah beberapa manfaat kunyit bagi wajah

  1. Membuat Kulit Berkilau

    Kunyit mengandung antioksidan dan komponen antiinflamasi. Sifat ini dapat memberikan kilau pada wajah secara alami. Kunyit membantu regenerasi sel-sel kulit wajah. Jadi, Anda akan tampak lebih segar dan muda. Bagaimana mendapatkan manfaat ini? Caranya mudah. Buat masker dengan mencampurkan yogurt, madu dan kunyit. Aduk merata lalu oleskan pada wajah. Diamkan masker ini selama 15 menit atau sampai kering, lalu basuh wajah dengan air.

  2. Menyembuhkan Luka
    Kurkumin yang terkandung dalam kunyit dapat membantu penyembuhan luka dan mengurangi peradangan. Manfaat kunyit tersebut dapat menurunkan respons tubuh terhadap luka kulit, sehingga penyembuhan akan lebih cepat. Berdasarkan penelitian, kunyit dapat secara positif memengaruhi jaringan kulit dan kolagen. Jurnal Life Sciences merekomendasikan penggunaan kurkumin sebagai formula yang dioptimalkan pada luka kulit.

  3. Meredakan Psoriasis
    Manfaat lain dari kunyit bagi wajah adalah meredakan psoriasis dan meringankan gejalanya. Lembaga National Psoriasis Foundation di Amerika Serikat menyatakan kunyit juga bisa dikonsumsi sebagai suplemen, atau ditambahkan dalam makanan.

  4. Memudarkan Bekas Jerawat
    Jerawat kadang menimbulkan bekas luka atau bopeng yang mengganggu penampilan. Manfaat antiinflamasi dari kunyit, dapat menenangkan kulit dan mengecilkan pori-pori. Selain itu, kunyit bisa mengurangi jaringan parut yang membuat luka bekas jerawat terlihat memudar, dan lebih halus.

  5. Mengobati Kudis
    Dalam studi yang dilakukan di India, perpaduan antara kunyit dan neem (tanaman asli India), sangat efektif untuk mengobati kudis. Penyakit kudis disebabkan oleh tungau berukuran mikroskopis dan meninggalkan ruam kemerahan di kulit.

Bahaya Kunyit bagi Wajah

Selain memberikan manfaat bagi kecantikan dan kesehatan, kunyit juga memiliki dampak negatif bagi kulit. Saat menggunakan kunyit atau produk dengan kandungan kurkumin, sebaiknya Anda memperhatikan dosis, jenis produk, serta reaksi terhadap obat lainnya. Pelajari risiko penggunaan kunyit berikut ini.

  1. Memiliki Bioavailabilitas Rendah
    Artinya, metabolisme tubuh tidak bisa menyerap kunyit dalam jumlah besar. Oleh karena itu, hindari mengonsumsi kunyit berlebihan dalam satu waktu. Tunggu beberapa saat untuk melihat reaksi tubuh. Jika Anda mengonsumsi obat lain, berkonsultasilah dengan dokter untuk mengetahui reaksi penggunaan suplemen kunyit.

  2. Menyebabkan Iritasi
    Saat dioleskan ke kulit, kunyit akan meninggalkan warna kuning. Bukan hanya itu. Jika Anda memiliki riwayat alergi, kontak langsung kunyit dengan kulit bisa menyebabkan iritasi, kemerahan, hingga pembengkakan. Oleh karena itu, sebelum menggunakan produk perawatan kulit berbahan kunyit, coba sedikit terlebih dahulu di lengan bagian dalam. Jika semua tampak normal, Anda bisa melanjutkan pemakaian tersebut.

Tertarik mencoba kunyit bagi wajah? Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan produk berbahan kunyit untuk kulit Anda.

Read More

Mengapa Hasil Tes Kehamilan Bisa Salah?

Tes kehamilan dengan menggunakan test pack memang cukup dapat diandalkan. Test pack bisa mendeteksi kehamilan dengan akurasi 97 persen. Tes bisa dilakukan setelah periode menstruasi selelsai. Alat ini bekerja dengan cara menunjukkan keberadaan hormon kehamilan yang disebut human chorionic gonadotropin (hCG) dalam urine.

tes kehamilan

Akan tetapi, pernahkah Anda mendengar istilah false positive atau false negative saat menggunakan test pack? Terkadang alat tes kehamilan yang kita gunakan tidak akurat. Alat tersebut menunjukkan hasil negatif, tetapi sebenarnya Anda hamil, ataupun sebaliknya. Lalu, sebenarnya apa saja sih yang menyebabkan tes kehamilan tidak akurat?

Kehamilan Kimia

Lanalee Araba Sam, M.D., seorang ob-gyn di Fort Lauderdale, Amerika Serikat mengatakan, false positive disebabkan keguguran awal yang disebut kehamilan kimia. Ia juga menambahkan, 25-40 persen kehamilan dapat berakhir dengan keguguran, yang sering tidak terdeteksi. Sebab, terkadang beberapa wanita tidak menyadari kehamilan mereka.

Sebaiknya setelah mendapat hasil tes kehamilan, segera hubungi dokter kandungan untuk memastikan kondisi kesehatan janin. Jika ingin melakukan USG, Anda harus menunggu usia kandungan mencapai 6-7 minggu. Sementara itu, waspadalah jika mengalami kram atau pendarahan.

Kesalahan Pada Test Pack

Faktor lain yang bisa menjadi penyebab tidak akuratnya hasil tes adalah kondisi alat tes.

Sebelum menggunakan test pack, periksa dulu masa kedaluwarsa serta cara penggunaannya dengan cermat. Kesalahan dalam menggunakannya juga dapat membuat hasil tes tidak akurat.

Pengaruh Obat-obat Kimia

Sebelum menikah, beberapa wanita mungkin akan melakukan perawatan kesuburan dengan mendapatkan suntikan hormon Human Chorionic Gonadotropin (hCG). Hormon hCG bisa memicu wanita melepaskan sel telur. Sebaiknya, berikan jarak antara mengonsumsi obat kesuburan dan melakukan tes kehamilan. Sebab jika tidak, alat tes kehamilan menunjukkan hasil positif, padaha kenyataannyal tidak. Tunggu hingga 14 hari sampai kadar HCG dalam tubuh benar-benar hilang, sebelum Anda melakukan tes kehamilan di rumah.

Mengonsumsi obat-obatan seperti methadone juga dapat menyebabkan tes kehamilan salah dan tidak akurat. Hal ini diungkapkan langsung oleh Sean Daneshmand, M.D., seorang ob-gyn yang berbasis di San Diego dan pendiri organisasi nirlaba Miracle Babies.

Tumor Langka

Dr. Daneshmad mengatakan, dalam beberapa kasus, tumor di dalam tubuh dapat menghasilkan hCG. Di antaranya adalah kasus tumor sel telur ovarium tertentu, dan penyakit trofoblas gestasional (penyakit yang terjadi pada saat kehamilan, penyakit ini terjadi pada sel-sel trofoblas). Kondisi langka ini menyebabkan sel-sel yang biasanya membentuk plasenta, malah mengembangkan tumor sebagai gantinya.

Urine yang Terlalu Cair

Test pack atau alat tes kehamilan umumnya menggunakan urine sebagai media untuk mendeteksi kehamilan. Urine yang terlalu cair, justru akan menyulitkan alat tes kehamilan mendeteksi kehadiran hCG dalam urine. Untuk mendapatkan hasil tes kehamilan yang akurat, sebaiknya lakukan tes pada pagi hari. Urine di pagi hari dipercaya mempunyai konsentrasi yang paling tinggi dibandingkan di waktu lainnya. Jika memang Anda mengalami gejala kehamilan tetapi test pack menunjukkan negatif, segera berkonsultasi dengan dokter kandungan atau bidan untuk mengetahui akurasinya. Selain itu, apabila test pack menunjukkan hasil tes kehamilan positif, Anda memiliki 97% kemungkinan hamil.

Read More