Apa Saja, sih, Penyebab Bau Badan pada Wanita?

Bau badan sepertinya menjadi kondisi yang amat ditakutkan, apalagi para wanita. Sebab bau badan jelas membuat si penderitanya jadi tidak pede. Namun, pernahkah Anda merasa frustasi dengan masalah bau badan Anda—padahal, Anda telah berusaha untuk meminimalisir dan menghindari potensi-potensi tersebut dengan berbagai cara? Nah, mungkin beberapa penyabab bau badan ini yang menjadi sumber masalahnya.

Apa saja, sih, penyebab bau badan yang menimpa para wanita? Berikut beberapa faktornya:

  1. Hormon

Bagi wanita, hormon juga punya pengaruh terhadap timbulnya bau badan, terutama saat memasuki masa menstruasi. Kondisi hormon yang tidak menentu dapat berpengaruh pada keringat dan kemampuan dalam mengatasi suhu tubuh. Selain di area reproduksi, bagian tubuh lain juga dapat menimbulkan bau tak sedap. Jadi pastikan untuk selalu jaga kebersihan tubuh kamu, terutama saat menstruasi.

  • Gangguan Genetik

Ada beberapa faktor genetik yang menyebabkan timbulnya bau badan tak sedap. Salah satunya adalah trimethylaminuria. Penyakit genetik langka ini merupakan kondisi gangguan metabolisme yang menyebabkan tubuh mengeluarkan senyawa kimia trimethylamine. Senyawa tersebut tidak dapat dipecah oleh tubuh sehingga menimbulkan bau badan tak sedap, meskipun badan tidak dalam kondisi berkeringat. Bau badan jenis ini tidak dapat diatasi hanya dengan mandi dan membersihkan diri. Bahkan, dalam dunia medis sekalipun, belum ditemukan obat untuk menyembuhkan penyakit ini. Meski hanya dialami oleh 1 dari 200 ribu orang, tapi rata-rata penderita penyakit genetik ini adalah wanita.

  • Pola Konsumsi Makanan

Ada beberapa jenis makanan dan minuman yang jadi pemicu timbulnya keringat dan bau badan, seperti daging merah, makanan yang mengandung kolin seperti hati ikan dan telur, bawang, alkohol, kafein, dan produk olahan susu. Saat kamu mengonsumsi berbagai produk tersebut, suhu tubuh akan meningkat dan memicu timbulnya keringat. Bakteri alami yang ada di tubuh akan menyerapnya dan melepaskan bau badan tak sedap. Untuk mencegah bau badan, sebaiknya hindari jenis makanan tersebut dan usahakan untuk memperbanyak minum air putih atau sayuran hijau.

  • Faktor Medis

Terkadang, munculnya keringat berlebih merupakan tanda dari beberapa penyakit, seperti diabetes. Para penderita diabetes tingkat tinggi biasanya mengalami kesulitan dalam mengontrol gula darah. Untuk mengganti glukosa, tubuh memanfaatkan lemak sebagai bahan bakar pengganti. Hasil proses tersebut akan menghasilkan senyawa bersifat asam dalam jumlah yang cukup banyak.

  • Aktivitas Berlebih

Saat melakukan aktivitas fisik yang melelahkan, secara normal tubuh akan mengeluarkan keringat. Nah, sebenarnya berkeringat adalah cara tubuh untuk mendinginkan diri. Ketika suhu tubuh naik, jutaan kelenjar keringat akan diaktifkan dan keluar melalui pori-pori. Saat keringat menguap, suhu tubuh pun akan mendingin. Itu sebabnya kamu tidak bisa mencegah keringat keluar di saat udara panas. Pada dasarnya, keringat itu tidak berbau dan berwarna. Bau yang dihasilkan merupakan kontribusi dari bakteri yang menyerap keringat di tubuh. Supaya tubuh kamu tetap terjaga keharumannya, usahakan untuk menggunakan deodoran anti-perspirant sebelum beraktivitas. Kenakan juga pakaian yang menyerap keringat saat beraktivitas fisik seperti olahraga, ya.

Jika Anda telah mengetahui beberapa penyebab bau badan pada wanita, berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan untuk mencegah atau mengatasi masalah tersebut:

  • Salah satu tips untuk mencegah bau badan secara alami adalah mandi dengan teratur. Jika tubuh Anda sedang berkeringat lebih, mandi dua kali sehari.
  • Meningkatkan asupan air dalam diet Anda. Ini merupakan tips yang paling efektif untuk tetap sehat dan mencegah bau badan secara alami. Air mencairkan keringat sehingga dapat mengurangi bau badan.
  • Pastikan ketiak tetap bersih. Anda juga bisa menjaga kebersihan diri dan melindungi kulit dari infeksi dan penyakit.
  • Selalu mengeringkan ketiak Anda sebelum mengenakan pakaian. Hal ini mencegah kemungkinan munculnya keringat.
  • Campurkan sedikit baking soda ke dalam air mandi Anda. Bilas tubuh Anda dengan ramuan ini, khususnya pada ketiak. Kemudian bersihkan dengan handuk bersih.

***

Sebenarnya mudah saja, kok, untuk menjaga tubuh Anda tidak menguarkan bau tak sedap. Cukup hindari penyebab bau badan tersebut dan selalu pertahankan gaya hidup sehat. Anda bisa saja untuk menjaga kebersihan diri, seperti rajin mandi dan mengenakan pakaian bersih. Bisa pula dengan rutin mengonsumsi air putih dan sayuran hijau.

Read More

Manfaat Air Garam untuk Merendam Kaki

Teknik hidroterapi, atau merendam kaki di dalam air, telah dikenal sejak lama. Berbagai metode pun telah ditemukan dan menjadi populer. Namun, tahukah Anda jika garam bisa menjadi salah satu bahan untuk hidroterapi?

Ternyata, perpaduan garam dan air hangat memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Kandungan garam pada air dapat menjadi antiseptik yang meredakan infeksi pada kaki. Sementara air hangat dapat dapat meningkatkan respons sel darah putih dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Oleh karena itu, mencampurkan air hangat dengan garam dapat meningkatkan kerja fagosit dalam tubuh yang berfungsi menghancurkan kotoran dan melakukan detoksifikasi (pembuangan racun dan zat sisa) pada darah.

Berikut ini beberapa manfaat air garam jika digunakan untuk merendam kaki bagi kesehatan:

  1. Menghilangkan Bau Kaki

Menggunakan sepatu sepanjang hari dapat membuat kaki menjadi lembab. Hal ini bisa membuat kaki menjadi tempat yang sempurna untuk perkembangbiakan bakteri yang menyebabkan bau tidak sedap.

Merendam kaki dengan air garam bisa menjadi salah satu cara mengatasi hal ini. Caranya dengan merendam kaki selama kurang lebih 10-20 menit.

Cara ini dapat mengurangi kelembaban di daerah kaki sehingga bakteri penyebab bau tak muncul lagi.

  • Mengurangi Rasa Nyeri Kaki

Sebuah survey menyatakan bahwa sekitar 61% wanita menghabiskan waktu lebih dari 4 jam untuk berdiri dalam sehari. Hal ini kurang baik untuk kesehatan karena dapat menyebabkan kaki terasa nyeri.

Untuk mengurangi rasa nyeri kaki tersebut Anda bisa merendam kaki dengan air garam. Tak butuh waktu yang lama, cukup 20 menit saja dan kaki menjadi lebih rileks bebas dari rasa nyeri.

Penggunaan garam mengandung magnesium sulfat juga dapat memberikan manfaat lebih, seperti membuat otot menjadi rileks, mengurangi rasa nyeri, dan menenangkan sistem saraf tubuh.

  • Merawat Kebersihan dan Kesehatan Kuku Kaki

Tak ada salahnya untuk merendam kaki dengan air garam terlebih dahulu bila hendak menggunting kuku kaki. Terutama bila kuku kaki Anda termasuk yang tebal dan susah di potong.

Hal ini dapat merawat kebersihan dan kesehatan kuku kaki. Namun perlu diingat untuk mengimbangi hal ini dengan perawatan lain. Misalnya seperti menjaga kesehatan kuku, memotong kuku secara rutin, tidak mengigit kuku, dan menggunakan sepatu dengan ukuran yang benar.

  • Mengatasi Kaki Pecah-Pecah

Kaki pecah-pecah menjadi salah satu permasalahan yang kerap dialami oleh setiap wanita. Salah satu cara untuk mengatasi hal ini ialah merendam kaki dengan air garam.

Selain dapat mengatasi kaki pecah-pecah, cara ini juga dapat membuat kaki menjadi lebih lembut dan rileks.

  • Mencegah Infeksi Jamur pada Kaki

Jangan pernah sekali-kali menyepelekan infeksi jamur pada kaki. Hal ini bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya dan menyebabkan penyakit yang lebih berbahaya.

Biasanya, infeksi jamur terjadi karena kebiasaan tidak menggunakan alas kaki saat ke toilet atau pinggir kolam renang. Gejala infeksi jamur pada umumnya gatal, perih, lecet, kulit mengelupas, melepuh, atau terbakar.

Infeksi jamur pada kaki bisa diatasi dengan obat anti jamur topikal. Namun bila Anda ingin pengobatan yang lebih tradisional, merendam kaki dengan air garam bisa jadi salah satu jawabannya.

  • Melawan Insomnia

Akan menjadi hal yang menjengkelkan bila sulit untuk memejamkan mata setelah seharian lelah bekerja. Namun, masalah itu bisa ditangani dengan merendam kaki di dalam air garam. Sebabnya, terapi ini dapat membantu merelaksasikan otot-otot, membantu menciptakan rasa nyaman dan menghilangkan ketegangan tubuh. Hal ini disebabkan karena merendam kaki dengan air garam akan membuat aliran peredaran darah pada kaki menjadi terbuka dan lancar. Aliran yang lancar ini akan membantu menciptakan rasa nyaman pada kaki dan menghilangkan pegal-pegal, membuat Anda lebih mudah terlelap, dan mengatasi insomnia.

***

Nah, dari sekian banyak manfaat air garam untuk merendam kaki, ada baiknya seluruh rangkaian terapi ini dilakukan dengan aman dan dalam batas yang wajar. Sebab salah-salah, bisa menimbulkan masalah kesehatan lain seperti dermatosis. Dermatosisi sendiri adalah masalah kulit pada kaki. Gejalanya ada banyak macam, seperti nyeri pada kulit, kulit menjadi kemerahan, perih, hingga tubuh yang mengalami demam. Oleh karenanya, pastikan air yang kita gunakan selalu bersih dan tidak terkontaminasi kotoran. Selain itu, durasi perendaman juga jangan terlampau lama agar manfaat air garam bisa benar-benar Anda dapatkan.

Read More