Penyebab Pengelupasan Kulit yang Perlu Diketahui

Kulit mengelupas merupakan suatu tanda dan proses pembuangan kulit mati. Tak perlu khawatir, hal ini umum dan sering terjadi. Kulit mengelupas bisa terjadi pada beberapa bagian tubu di antaranya tangan, tumit kaki dan wajah. Kulit wajah yang mengelupas tidak memberikan dampak yang parah namun jadi tidak enak dilihat dan menggangu.

Pengelupasan kulit di wajah biasanya diawali dengan ruam merah dan meradang. Hal ini kemudia berubah menjadi timbul rasa perih, kering dan akhirnya kulit mulai mengelupas. Walaupun bukan pertanda buruk, tapi ada kebiasaan buruk yang pasti kamu lakukan saat melihat ada kulit mengelupas. Menarik kulit yang dalam posisi setengah terbuka perlu dihindari karena akan membuat kulit menjadi luka.

Penyebab kulit wajah mengelupas difaktori oleh beberapa hal. Untuk mengetahui lebih lanjut, ini dia macam-macam penyebab pengelupasan kulit yang perlu kamu ketahui, antara lain:

Kulit Kering

Memiliki kulit kering rentan mengalami kulitwajah mengelupas. Hal ini akan mudah terjadi jika wajah,u terlalu sering terkena air sabun atau bahan-bahan dari krim yang mengandung zat iritatif. Selain itu, tipe kulit kering juga mudah mengelupas karena sering terkena sinar matahari, proses perubahan cuaca panas dan dingin serta tanda-tanda penuaan. Baiknya, gunakan lotion atau minyak zaitun murni untuk melembabkan kulit keringmu.

Terbakar Sinar Matahari

Jika kamu biasa hidup dan tinggal di wilayah yang lembab dan jarang terkena matahari, kulitmu akan rentan mengelupas saat terpapar sinar matahari secara langsung. Contohnya saat pergi ke pantai dan terkena sinar matahari, kulitmu bisa memerah dan mengelupas. Sebelum mengelupas, kulit kamu akan memerah dan terasa sakit. Pengelupasan kulit ini bisa menyebabkan perbedaan warna kulit menjadi tidak merata.

Alergi

Faktor yang bisa menyebabkan kulit wajah terbakar adalah alergi. Alergi terjadi saat kulit wajahmu bersentuhan langsung dengan alergen (zat pemicu alergi) yang menyebabkan kulit wajah bereaksi. Selain kulit yang memerah dan mengelupas, saat alergi kulit biasanya akan terasa gatal, ruam dan melepuh.

Pengaruh Obat-obatan

Kulit wajah yang terkelupas juga bisa disebabkan oleh efek samping obat-obatan. Beberapa obat yang bisa membuat kulit mengelupas adalah yang mengandung krim retinoid, asam salisilat, asam glikolat dan AHA atau Alpha Hydrox Acids. Selain itu, obat-obatan untuk kemoterapi, antibiotik, obat epilepsi dan obat untuk menurunkan tekanan darah bisa menyebabkan kulit mengelupas.

Atopik Dermatitis

Eksim adalah kondisi di mana pengelupasan kulit sudah parah dan cenderung kambuh. Eksim memang belum jelas penyebabnya, namun biasanya hal ini terjadi karena beberpa faktor di antaranya bakteri, gangguan sistem imun, perubahan cuaca yang ekstrim, kulit kering dan faktor genetik.

Dari beberapa penyebab di atas, kulit yang mengelupas bisa diatasi namun harus sesuai dengan penyabab itu sendiri. Umumnya, kulit wajah yang mengelupas bisa kamu tangani dengan cara banyak minum air putih, mengompres kulit wajah dengan air dingin, mengoles kulit dengan minyak zaitun atau pelembab terutama setelah mandi, hindari penggunaan zat-zat atau bahan kimia yang dapat membuat kulit iritasi, mengganti sabun wajah dengan sabun yang aman untuk kulit dan yang paling penting tidak menggaruk atau menarik kulit yang terkelupas karena akan menyebabkan iritasi. Jika kulit yang mengelupas menjadi semakin parah, ada baiknya untuk memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pengobatan medis lebih lanjut.

Itulah beberapa penyebab pengelupasan kulit yang perlu kamu ketahui. Semoga menambah wawasanmu.

Read More

3 Cara Membersihkan Kulit dengan Alami

Kulit merupakan jaringan organ terbesar yang dimiliki manusia. Organ ini memainkan peran integral dalam menjaga kesehatan diri. Ini juga menjaga atau melindungi diri dari penyakit serta cedera dan membantu mengatur suhu tubuh, sehingga menjaga kulit untuk selalu sehat dan prima sangat penting untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan. Salah satu cara membersihkan kulit adalah dengan memakai sabun yang dapat menghilangkan sel-sel kulit mati. Namun, penggunaannya juga dapat menimbulkan risiko.

Tips membersihkan kulit yang dapat diketahui adalah dengan menghindari sabun konvensional, atau sabun yang merupakan campuran lemak dan minyak dengan alkali. Sabun ini dapat merusak kulit dengan mengubah pH kulit, menghilangkan bakteri baik, dan menghilangkan minyak-minyak vital pada kulit.

PH kulit benar-benar penting bagi manusia. Kadar pH yang sehat adalah sekitar 5,5 dengan sedikit asam. Namun, kebanyakan sabun konvensional memiliki pH yang lebih tinggi dengan nominal 11.

Ketika pH terlalu tinggi, tubuh akan memproduksi sebum berlebih untuk melawan dan mengembalikan kadar pH alami kulit. Namun, residu sabun memastikan pH yang mengganggu tersebut dipertahankan. Hasil akhirnya, kulit bisa menjadi terlalu berminyak.

Kerusakan mantel asam kulit (lapisan pelindung minyak, asam lemak, dan asam amino) ini bermacam-macam. Meski demikian, tanda-tanda kerusakan termasuk adanya peningkatan kekeringan di kulit, rasa gatal, iritasi, dan peradangan dapat terlihat. Semua ini juga data diperburuk dengan kondisi seperti jerawat, eksim, dermatitis, dan rosacea.

Dalam kulit, minyak dapat berfungi menjaga kulit tetap lembap dan utuh. Tanpanya, kulit akan rentan menjadi kering dan mengalami iritasi lain, yang dapat membahayakan fungsi kulit sebagai pelindung tubuh

Lalu bagaimana tips dan cara membersihkan kulit yang aman?

  1. Gunakan Oil Cleansing

Salah satu pilihan yang tepat membersihkan wajah adalah dengan menggunakan pembersih minyak. Meskipun tampaknya aneh dengan mengoleskan minyak di kulit sebagai langkah awal cara membersihkan wajah, namun percayalah bawah cara ini jauh lebih sehat dibandingkan menggunakan sabun.

Pakai oil cleansing ini sebelum melakukan tahap pembersihan wajah selanjutnya. Saat ini, sudah banyak produk oil cleansing yang memiliki busa ketika dibilas air, tanpa merusak kulit atau meninggalkan residu.

  • Menyikat sel kulit mati

Dry brush adalah cara membersihkan kulit dengan cara lain yang efektif untuk menghilangkan sel kulit mati, dan kotoran di permukaan kulit wajah. Seperti namanya, dry brush adalah kegiatan menyikat kulit dengan sikat serat alami.

Pergerakan bulu di atas kulit akan membantu mengelupas dan menghilangkan kotoran. Ada beberapa bukti juga menunjukkan bahwa menyikat kulit membantu meningkatkan drainase limfatik, sehingga berfungsi sebagai detoksifikasi. Bukan hanya untuk kulit, tapi juga seluruh tubuh Anda.

Untuk melakukannya, sebaiknya menggunakan sikat bulu yang alami dan berkualitas baik. Ikuti langkah berikut ini.

  • Mulailah dari kaki dan sikat perlahan ke atas mengikuti kontur tubuh
  • Pindahkan sikat searah jarum jam dengan memberikan penekanan yang nyaman dan lembut di kulit yang lebih tipis, serta kuat di kulit tebal.
  • Selalu sikat ke arah tengah dada.
  • Setelah menyikat seluruh tubuh, mandi dengan air dingin dan gunakan pelembap

  • Buat scrub alami

Cara membersihkan kulit yang paling alami adalah dengan membuat produk berbeda dari yang sudah ada di pasaran. Anda dapat membuat scrub alami dengan garam dan gula hingga oatmeal untuk diaplikasikan pada kulit.

Read More