Mengapa Hasil Tes Kehamilan Bisa Salah?

Tes kehamilan dengan menggunakan test pack memang cukup dapat diandalkan. Test pack bisa mendeteksi kehamilan dengan akurasi 97 persen. Tes bisa dilakukan setelah periode menstruasi selelsai. Alat ini bekerja dengan cara menunjukkan keberadaan hormon kehamilan yang disebut human chorionic gonadotropin (hCG) dalam urine.

tes kehamilan

Akan tetapi, pernahkah Anda mendengar istilah false positive atau false negative saat menggunakan test pack? Terkadang alat tes kehamilan yang kita gunakan tidak akurat. Alat tersebut menunjukkan hasil negatif, tetapi sebenarnya Anda hamil, ataupun sebaliknya. Lalu, sebenarnya apa saja sih yang menyebabkan tes kehamilan tidak akurat?

Kehamilan Kimia

Lanalee Araba Sam, M.D., seorang ob-gyn di Fort Lauderdale, Amerika Serikat mengatakan, false positive disebabkan keguguran awal yang disebut kehamilan kimia. Ia juga menambahkan, 25-40 persen kehamilan dapat berakhir dengan keguguran, yang sering tidak terdeteksi. Sebab, terkadang beberapa wanita tidak menyadari kehamilan mereka.

Sebaiknya setelah mendapat hasil tes kehamilan, segera hubungi dokter kandungan untuk memastikan kondisi kesehatan janin. Jika ingin melakukan USG, Anda harus menunggu usia kandungan mencapai 6-7 minggu. Sementara itu, waspadalah jika mengalami kram atau pendarahan.

Kesalahan Pada Test Pack

Faktor lain yang bisa menjadi penyebab tidak akuratnya hasil tes adalah kondisi alat tes.

Sebelum menggunakan test pack, periksa dulu masa kedaluwarsa serta cara penggunaannya dengan cermat. Kesalahan dalam menggunakannya juga dapat membuat hasil tes tidak akurat.

Pengaruh Obat-obat Kimia

Sebelum menikah, beberapa wanita mungkin akan melakukan perawatan kesuburan dengan mendapatkan suntikan hormon Human Chorionic Gonadotropin (hCG). Hormon hCG bisa memicu wanita melepaskan sel telur. Sebaiknya, berikan jarak antara mengonsumsi obat kesuburan dan melakukan tes kehamilan. Sebab jika tidak, alat tes kehamilan menunjukkan hasil positif, padaha kenyataannyal tidak. Tunggu hingga 14 hari sampai kadar HCG dalam tubuh benar-benar hilang, sebelum Anda melakukan tes kehamilan di rumah.

Mengonsumsi obat-obatan seperti methadone juga dapat menyebabkan tes kehamilan salah dan tidak akurat. Hal ini diungkapkan langsung oleh Sean Daneshmand, M.D., seorang ob-gyn yang berbasis di San Diego dan pendiri organisasi nirlaba Miracle Babies.

Tumor Langka

Dr. Daneshmad mengatakan, dalam beberapa kasus, tumor di dalam tubuh dapat menghasilkan hCG. Di antaranya adalah kasus tumor sel telur ovarium tertentu, dan penyakit trofoblas gestasional (penyakit yang terjadi pada saat kehamilan, penyakit ini terjadi pada sel-sel trofoblas). Kondisi langka ini menyebabkan sel-sel yang biasanya membentuk plasenta, malah mengembangkan tumor sebagai gantinya.

Urine yang Terlalu Cair

Test pack atau alat tes kehamilan umumnya menggunakan urine sebagai media untuk mendeteksi kehamilan. Urine yang terlalu cair, justru akan menyulitkan alat tes kehamilan mendeteksi kehadiran hCG dalam urine. Untuk mendapatkan hasil tes kehamilan yang akurat, sebaiknya lakukan tes pada pagi hari. Urine di pagi hari dipercaya mempunyai konsentrasi yang paling tinggi dibandingkan di waktu lainnya. Jika memang Anda mengalami gejala kehamilan tetapi test pack menunjukkan negatif, segera berkonsultasi dengan dokter kandungan atau bidan untuk mengetahui akurasinya. Selain itu, apabila test pack menunjukkan hasil tes kehamilan positif, Anda memiliki 97% kemungkinan hamil.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*