Tips Menyapih Bayi yang Bisa Anda Lakukan Di Rumah

Anda telah berhasil melewati proses menyusui selama dua tahun? Inilah waktunya untuk menyapih bayi Anda. Untuk kelancaran proses menyapih, simak berbagai tipsnya berikut ini.

Pilih Waktu yang Tepat

American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan menyusui secara eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan. Kemudian, kombinasikan makanan padat dan ASI sampai bayi berusia 1 tahun. Namun ketahuilah, bahwa menyapih anak pada akhirnya adalah keputusan pribadi.

Perhatikan Kesiapan Bayi

Bisanya setelah berusia 6 bulan atau saat mendapatkan MPASI, bayi sudah bisa makan makanan pada. Dia mungkin bahkan bisa memegang makanannya sendiri. Saat disusui, tak jarang bayi malah rewel dan kadang menjadi acuh. Ini tanda awal yang bisa dijadikan patokan waktu untuk menyapih anak.

Atur Jadwal

Anda bisa menentukan jadwal sendiri untuk mulai menyapih. Misalnya dengan mencoba mengurangi jatah ASI si kecil dalam seminggu. Namun, kebutuhan nutrisinya tetap harus diperhatikan.

Melihat Kondisi Anak

Saat anak tumbuh gigi bukan menjadi waktu yang tepat untuk menyapih. Sebab, anak akan lebih rewel, bahkan mengalami. Dalam kondisi ini, anak justru membutuhkan ASI.

Tetap Sesuai Rencana

Jika Anda sudah mengatur jadwal, tetap jalankan rencana tersebut. Secara perlahan, kurangi jatah ASI untuk si kecil. Awalnya bisa dilakukan selama seminggu, kemudian diperpanjang menjadi sebulan, untuk mengurangi pemberian ASI.

Bangun Hubungan Emosional

Penting untuk diingat bahwa menyusui tidak hanya memberikan nutrisi pada bayi, tapi juga membangun hubungan emosional ibu dan anak. Habiskan waktu Anda bersama anak dengan kegiatan yang membuatnya tetap terstimulasi secara emosional selama masa transisi ini.

Biarkan Anak yang Menentukan

Ada beberapa anak yang memang mudah untuk disapih. Nah, dalam hal ini jangan menawarkan untuk memberikan ASI, tapi juga jangan menolak jika anak meminta. Biarkan dia yang menentukan.

Ganti Rutinitas

Coba libatkan pasangan, pengasuh, atau kakek dan neneknya. Jika anak menolak untuk minum dari botol susu saat Anda berikan, mintalah pasangan Anda untuk menyodorkannya. Ada kemungkinan si anak mau meminumnya.

Menggunakan Pakaian yang Rumit

Menyapih anak setelah dua tahun akan terasa lebih menantang. Cobalah dengan menggunakan pakaian yang rumit dan sulit dibuka. Ini akan membuatnya enggan untuk menyusu.

Penuhi Nutrisi Anak

Dalam proses menyapih anak, selalu perhatikan asupan makanannya. Biasanya saat memulai makanan padat pertama, ibu akan memberikan makanan yang dihaluskan. AAP merekomendasikan untuk mencoba satu makanan baru pada satu waktu dan menunggu 2-3 hari untuk melihat kemungkinan alergi. Dalam tahap ini anak membutuhkan ekstra kalori, protein, serat, vitamin dan mineral dari berbagai makanan. Cobalah memberikan buah-buahan dan sayuran. Dengan asupan makanan yang tepat, Anda tidak perlu khawatir anak akan kekurangan nutrisi.

Read More

8 Cara Membantu Bayi Belajar Berjalan

Saat berusia 4-15 bulan, bayi akan mulai belajar duduk dan berjalan mengelilingi rumah. Selama fase ini, orangtua bisa membantu bayi mendapatkan kepercayaan diri mulai melangkah. Inilah 8 tahapan untuk membantu bayi berjalan dengan mudah.

Tahap 1: Duduk (4-7 bulan)

Ketika si kecil mulai belajar duduk tanpa bantuan seseorang, itu artinya dia sedang berada pada tahap pertama untuk memperoleh keseimbangannya. Dengan duduk, otot-otot si kecil akan menjadi lebih kuat, sehingga hal ini akan membantunya saat belajar berjalan.

Selama bermain, Anda bisa menawarkan permainan susun-menyusun atau menggelindingkan bola ke depan dan ke belakang, untuk membantu si kecil memperkuat otot-ototnya.

Tahap 2: Merangkak (7-10 bulan)

Yang paling penting bagi bayi ketika berada di tahap merangkak adalah belajar menggerakkan lengan serta kakinya pada waktu bersamaan. Hal ini pun merupakan salah satu keterampilan yang dibutuhkannya ketika belajar berjalan.

Untuk itulah, Anda bisa membantunya belajar merangkak dari satu sisi ke sisi yang lain. Setelah itu, beri pujian agar bayi semakin bersemangat untuk belajar.

Tahap 3: Berdiri (8 bulan)

Saat otot-ototnya menjadi lebih kuat dan rasa ingin tahunya menjadi lebih besar, momen ini merupakan waktu memperkenalkannya dengan posisi berdiri. Bantu si kecil menarik tubuhnya ke atas.

Setelah itu, Anda pun perlu menunjukkan cara menekuk lututnya agar bisa kembali ke lantai. Dengan demikian, hal ini bisa meringankan risiko jatuh sewaktu ia mulai melangkah sendiri.

Tahap 4: Belajar Berjalan dengan Bantuan (8-9 bulan)

Saat bayi sudah bisa menarik diri dan memperoleh keseimbangan waktu menggenggam tangan Anda, bantulah dia melangkah. Hal tersebut bisa membuat si kecil lebih mudah untuk menuju fase berjalan berikutnya.

Selain itu, kepercayaan dirinya juga akan semakin meningkat dalam mengambil langkah-langkah pertama.

Tahap 5: Menjelajah (8-9 bulan)

Begitu menginjak usia 8- 9 bulan, bayi mulai menggunakan dinding serta perabotan untuk mengelilingi rumah. Fase ini disebut sebagai fase menjelajah. Untuk itu, Anda perlu memastikan keadaan rumah benar-benar aman. Selain itu, buatlah tempat berpijak yang lembut bagi si kecil.

Tahap 6: Berdiri Tanpa Bantuan (9-12 bulan)

Keseimbangan bisa dibilang menjadi bagian terpenting dari fase berjalan. Bila si buah hati bisa berdiri dan menyeimbangkan tubuhnya selama beberapa detik, ini akan membuat dia lebih percaya diri dalam belajar berjalan.

Oleh karena itu, Anda bisa melakukan beberapa permainan sederhana agar keseimbangan si buah hati semakin terlatih.

Tahap 7: Langkah Pertama (9-12 bulan)

Langkah pertama merupakan salah satu momen berharga bagi si kecil. Agar terasa semakin berkesan, buatlah sesuatu yang besar. Misalnya saja bersorak ketika dia mulai mendapatkan keseimbangan saat berjalan sendiri. Anda juga bisa mengawasinya dengan duduk di lantai dan membimbingnya.

Tahap 8: Berjalan (12-15 bulan) Mungkin diperlukan bimbingan beberapa langkah sebelum anak berhasil berjalan sendiri. Dorong buah hati Anda agar berlatih berjalan sebanyak mungkin. Selain itu, akan lebih baik bila Anda menempatkannya dalam posisi berdiri, daripada duduk. Dengan demikian si kecil bisa lebih semangat untuk berlatih berjalan.

Read More

Mengapa Hasil Tes Kehamilan Bisa Salah?

Tes kehamilan dengan menggunakan test pack memang cukup dapat diandalkan. Test pack bisa mendeteksi kehamilan dengan akurasi 97 persen. Tes bisa dilakukan setelah periode menstruasi selelsai. Alat ini bekerja dengan cara menunjukkan keberadaan hormon kehamilan yang disebut human chorionic gonadotropin (hCG) dalam urine.

tes kehamilan

Akan tetapi, pernahkah Anda mendengar istilah false positive atau false negative saat menggunakan test pack? Terkadang alat tes kehamilan yang kita gunakan tidak akurat. Alat tersebut menunjukkan hasil negatif, tetapi sebenarnya Anda hamil, ataupun sebaliknya. Lalu, sebenarnya apa saja sih yang menyebabkan tes kehamilan tidak akurat?

Kehamilan Kimia

Lanalee Araba Sam, M.D., seorang ob-gyn di Fort Lauderdale, Amerika Serikat mengatakan, false positive disebabkan keguguran awal yang disebut kehamilan kimia. Ia juga menambahkan, 25-40 persen kehamilan dapat berakhir dengan keguguran, yang sering tidak terdeteksi. Sebab, terkadang beberapa wanita tidak menyadari kehamilan mereka.

Sebaiknya setelah mendapat hasil tes kehamilan, segera hubungi dokter kandungan untuk memastikan kondisi kesehatan janin. Jika ingin melakukan USG, Anda harus menunggu usia kandungan mencapai 6-7 minggu. Sementara itu, waspadalah jika mengalami kram atau pendarahan.

Kesalahan Pada Test Pack

Faktor lain yang bisa menjadi penyebab tidak akuratnya hasil tes adalah kondisi alat tes.

Sebelum menggunakan test pack, periksa dulu masa kedaluwarsa serta cara penggunaannya dengan cermat. Kesalahan dalam menggunakannya juga dapat membuat hasil tes tidak akurat.

Pengaruh Obat-obat Kimia

Sebelum menikah, beberapa wanita mungkin akan melakukan perawatan kesuburan dengan mendapatkan suntikan hormon Human Chorionic Gonadotropin (hCG). Hormon hCG bisa memicu wanita melepaskan sel telur. Sebaiknya, berikan jarak antara mengonsumsi obat kesuburan dan melakukan tes kehamilan. Sebab jika tidak, alat tes kehamilan menunjukkan hasil positif, padaha kenyataannyal tidak. Tunggu hingga 14 hari sampai kadar HCG dalam tubuh benar-benar hilang, sebelum Anda melakukan tes kehamilan di rumah.

Mengonsumsi obat-obatan seperti methadone juga dapat menyebabkan tes kehamilan salah dan tidak akurat. Hal ini diungkapkan langsung oleh Sean Daneshmand, M.D., seorang ob-gyn yang berbasis di San Diego dan pendiri organisasi nirlaba Miracle Babies.

Tumor Langka

Dr. Daneshmad mengatakan, dalam beberapa kasus, tumor di dalam tubuh dapat menghasilkan hCG. Di antaranya adalah kasus tumor sel telur ovarium tertentu, dan penyakit trofoblas gestasional (penyakit yang terjadi pada saat kehamilan, penyakit ini terjadi pada sel-sel trofoblas). Kondisi langka ini menyebabkan sel-sel yang biasanya membentuk plasenta, malah mengembangkan tumor sebagai gantinya.

Urine yang Terlalu Cair

Test pack atau alat tes kehamilan umumnya menggunakan urine sebagai media untuk mendeteksi kehamilan. Urine yang terlalu cair, justru akan menyulitkan alat tes kehamilan mendeteksi kehadiran hCG dalam urine. Untuk mendapatkan hasil tes kehamilan yang akurat, sebaiknya lakukan tes pada pagi hari. Urine di pagi hari dipercaya mempunyai konsentrasi yang paling tinggi dibandingkan di waktu lainnya. Jika memang Anda mengalami gejala kehamilan tetapi test pack menunjukkan negatif, segera berkonsultasi dengan dokter kandungan atau bidan untuk mengetahui akurasinya. Selain itu, apabila test pack menunjukkan hasil tes kehamilan positif, Anda memiliki 97% kemungkinan hamil.

Read More

Tips Mendukung Tahapan Perkembangan Anak 16 Bulan

Balita berusia 16 bulan sudah mulai tumbuh giginya. Tetapi, meski terlihat deretan gigi mungil yang lucu, jangan sepelekan rasa sakit karena gigitan balita.

Di usia perkembangan anak 16 bulan, kadang mereka menjadikan gigi sebagai senjata untuk melawan siapapun yang mengganggunya. Bahkan, termasuk orangtua atau temannya.

Berikut ini beberapa tips mengatasi balita yang suka menggigit saat sedang marah atau kesal:

  • Jangan panik atau bertindak kasar jika anak Anda menggigit. Bisa dikatakan, dalam perkembangan anak 16 bulan, menggigit masih normal dan merupakan tanda balita sedang stres atau tertekan.
  • Biasanya, anak-anak 16 bulan menggigit ketika mereka menginginkan sesuatu, seperti mainan atau perhatian orangtua. Dengan mengetahui pemicu perilaku balita ini dapat menghindari situasi yang membuat anak menggigit.
  • Biarkan balita Anda tahu bahwa Anda memahami perasaan dan emosinya saat sedang kesal. Berempatilah dan katakan bahwa Anda bisa mengerti perasaannya, Anda bisa berkata, ”Wah, adik pasti kesal ya, mainannya rusak” atau “Adik marah ya kalau enggak dipinjami mainan?”. Memberikan nama emosi atau label perasaan akan membantu anak menemukan cara menyatakan apa yang ia rasakan ketimbang harus menggigit.

Perkembangan Anak 16 Bulan

Apabila saat bayi dahulu si kecil begitu gemuk dan montok, dalam perkembangan anak 16 bulan, badannya akan terlihat lebih kecil. Hal ini normal, mengingat anak begitu aktif sehingga jaringan lemak di dalam tubuhnya dimanfaatkan untuk bahan bakar energi.

Menjelang ulang tahun kedua anak akan mengalami:

  • Pertumbuhan yang lebih melambat. Dalam bulan – bulan pertamanya, bayi bisa mencapai pertumbuhan berat badan hingga 2 kg per bulan. Tetapi, kini anak hanya tumbuh sekitar 0,5-1 kg atau kurang dari itu.
  • Berat badan anak akan lebih kecil ketimbang saat masih bayi. Perut, wajah, lengan dan kakinya juga menjadi lebih ramping karena berjalan, berlari dan melompat.

Tips Mendukung Perkembangan Anak 16 Bulan

Untuk menangani balita yang suka menggigit, orangtua membutuhkan strategi khusus dalam perkembangan anak 16 bulan. Berikut di antaranya:

  • Saat anak menggigit, jangan bereaksi berlebihan. Katakan padanya dengan tegas, “menggigit itu sakit”. Terus ulangi pesan ini sampai anak memahaminya.
  • Jika digigit oleh teman, cuci bekas gigitan dengan air sabun hangat. Konsultasikan dengan dokter apabila lukanya menembus kulit.
  • Balita memperebutkan mainan karena belum belajar cara berbagi. Mainkan game yang tidak perlu berbagi, misalnya petak umpet atau berkejar – kejaran.
  • Perbanyak waktu anak bermain di luar rumah atau di taman, dengan pengawasan Anda.
  • Pantau perubahan si kecil di bagan pertumbuhan untuk memastikan perkembangan anak 16 bulan masih normal seperti teman-teman seusianya.
  • Jauhkan benda-benda berbahaya dari jangkauan anak balita.
  • Balita dalam perkembangan anak 16 bulan sudah harus mulai minum memakai cangkir atau sippy cup. Selain susu, anak bisa diberikan jus buah atau air mineral. Hindari soda dan minuman yang terlalu manis.
Read More